BLORA – Keberadaan warung remang-remang di Dukuh Jape, Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung, meresahkan masyarakat.
Mereka sempat hendak membongkar paksa.
Namun, kini pemilik diberi tenggat waktu 10 hari untuk membongkar sendiri.
Diberitakan sebelumnya, puluhan warga didominasi emak-emak di Dukuh Jape, Desa Sumberejo berusaha membongkar paksa tujuh warung remang-remang yang berada di sebelah timur makam Jape. Tepatnya, berada di Jalan Randublatung-Cepu.
Emak-emak khawatir suami mereka kepincut wanita penghibur yang mangkal di warung tersebut.
Suntoro salah satu warga Dukuh Jape menjelaskan, tempat itu kerap dijadikan tempat mabuk-mabukan dan praktik pelacuran.
"Aksi kami sudah kali ketiga. Kami sudah izin polisi dan kecamatan untuk bongkar warung-warung ini. Kami sudah tidak tahan lingkungan kami tercemar nama baiknya,” tegasnya.
Kepala Desa (Kades) Sumberejo Kusnan mengatakan sejak adanya aksi warga yang menggeruduk keberadaan warung remang-remang itu, kini pemilik sudah melakukan pembongkaran sendiri secara perlahan.
Nantinya bila sudah terbongkar, lahan itu akan dibuat lapangan voli.
’’Biar lahan bisa dimanfaatkan pemuda desa untuk olahraga, kegiatan yang lebih positif,” jelasnya.
Kasi Trantib Kecamatan Randublatung Sugiyanto, mengungkapkan, pemilik warung diberikan waktu paling lama 10 hari membongkar bangunan liar yang telah mereka dirikan di lahan milik Desa Sumberejo.
’’Mereka sepakat dan telah menandatangani berita acara di atas materai. Jika mengingkari, maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelasnya. (tos/ali)
Editor : Abdul Rokhim