BLORA – Dinas Pendidikan Kabupaten Blora selenggarakan bimbingan untuk pencegahan perundungan hingga kampanye sekolah sehat.
Kegiatan itu diikuti 204 peserta. Terdiri dari kepala sekolah hingga guru.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Irfan Agustian Iswandaru membuka acara tersebut dengan didampingi Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Titik Umiyati dan Kasi Pembinaan SMP Dian Ahmad Kindarto di Aula B Dinas setempat.
Irfan Agustian Iswandaru menyampaikan jika seluruh elemen sekolah memiliki tanggung jawab yang sama terkait menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan aman bagi bagi peserta didik.
Menurutnya tema-tema yang disampaikan tersebut bukanlah sesuatu yang baru.
Namun untuk menyegarkan kembali informasi-informasi yang terkini terkait dengan UKS, Sekolah Sehat Adiwiyata dan perundungan.
"Oleh karena itu Bapak/Ibu Guru dan Kepala Sekolah ini menjadi tanggung jawab bersama di Satuan Pendidikan masing-masing tentunya di Kabupaten Blora," katanya.
Kegiatan Bimbingan Teknis UKS dan Kampanye Sekolah Sehat, Adiwiyata dan Pencegahan Perundungan jenjang SMP tahun 2024 diikuti peserta.
Yaitu 102 Kepala SMP di Aula B dan 102 Guru di Aula C Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.
Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Titik Umiyati menyampaikan bahwa Bimbingan Teknis UKS dan Kampanye Sekolah Sehat, Adiwiyata dan Pencegahan Perundungan Jenjang SMP Tahun 2024 memiliki beberapa tujuan.
Di antaranya yakni untuk memahami tentang latar belakang dan pentingnya penerapan UKS termasuk Trias UKS dan Manajemen UKS.
Kedua tentang pentingnya penerapan PHBS di sekolah untuk mewujudkan sekolah sehat di Kabupaten Blora, sekaligus upaya Dinas Pendidikan dalam Kampanye Sekolah Sehat.
"Tujuan ketiga untuk medorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dalam program Adiwiyata Satuan Pendidikan. Dan juga sebagai pencegahan perundungan dan tindak kekerasan yang terjadi di Satuan Pendidikan," paparnya. (tos/*)
Editor : Ali Mustofa