Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Blora Optimis Sabet Kabupaten Terinovasi

Ali Mustofa • Selasa, 17 Oktober 2023 | 21:01 WIB
A. Mahbub Djunaidi, Kepala Bappeda Kabupaten Blora
A. Mahbub Djunaidi, Kepala Bappeda Kabupaten Blora

Bupati Blora bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bupati Boyolali, Grobogan, Klaten, Sragen, Temanggung, Wonogiri dan Wali Kota Semarang mempresentasikan inovasinya tanggal 25-27 September 2023 (Jawa Pos Radar Kudus, 30 September 2023).

Hasil presentasi kepala daerah ditetapkan 42 Pemerintah Daerah (Pemda) nominator akhir Innovative Government Award (IGA) terdiri 7 provinsi, 16 kabupaten, 10 kota, 4 daerah perbatasan dan 5 daerah tertinggal.

Dari 26 kabupaten/kota se-Indonesia, Jawa Tengah menyabet 6 kabupaten diantara 16 kabupaten yang masuk nominator se-Indonesia: Blora, Boyolali, Klaten, Sragen, Temanggung, Wonogiri dan ada 1 kota diantara 10 kota nominator yaitu Semarang.

Tim validasi terdiri atas pejabat, staff berkompeten dari kementerian, lembaga, akademisi, praktisi dan didampingi oleh tim teknis dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dijadwalkan tanggal 9 sampai dengan 20 Oktober 2023 melaksanakan validasi lapangan, dengan objek penilaian inovasi yang dipresentasikan kepala daerah.

Pemkab Blora mempersiapkan bukti dukung inovasi dalam menyelesaikan masalah Anak Tidak Sekolah dengan aplikasi SILAT (Sistem Informasi Layanan Anak Tidak Sekolah), dan inovasi Gerakan Sejuta Kotak Umat (Gerakan Masif Menjadikan Kotoran Ternak Bermutu dan Bermanfaat), implementasi Program Unggulan Daerah Mbantu Kadang Tani.

Selain itu Pemkab Blora juga menyiapkan data dukung pelaksanaan inovasi yang telah dipresentasikan.

Inovasi Silat

Latar belakang inovasi ini lebih tertitik pada sistem pendataan yang masih manual, sehingga human error masih tinggi, untuk memperoleh data Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah memerlukan waktu yang cukup lama, dan data hanya bisa diakses di Kantor Dinas Pendidikan.

SILAT (Sistem Informasi Layanan Anak Tidak Sekolah), aplikasi berbasis Web untuk verifikasi, intervensi, monitoring dan evaluasi ATS.

Berkat SILAT data ATS terverifikasi dan termutakhirkan. ATS terkonfirmasi dapat kembali ke sekolah, dimonitoring, dievaluasi, mengikuti wajib belajar 12 tahun.

Inovasi ini efektif dalam mengatasi ATS karena data valid, terintegrasi, mudah dan cepat diakses. Berkat SILAT, ditemukan 6.058 ATS, 6.043 diantara ATS terverifikasi, dan 3.311 anak sudah diintervensi.

Inovasi ini membawa manfaat, khususnya data ATS tertata, real time, mudah diakses, bersumber dari Basis Data Terpadu (BDT) Kementerian Sosial, Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama, Data Pokok Pendidikan Kementerian Pendidikaan dan Kebudayaan telah terintegrasi sehingga ATS tertangani.

Inovasi Gerakan Sejuta Kotak Umat

Inovasi Gerakan Sejuta Kotak Umat (Gerakan Masif Menjadikan Kotoran Ternak Bermutu dan Bermanfaat) merupakan implementasi Program Unggulan Daerah Mbantu Kadang Tani, masyarakat memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk di saat pupuk bersubsidi langka, harga pupuk non subsidi mahal, kesuburan tanah menurun.

Sementara itu populasi Sapi di Blora terbesar di Jawa Tengah, 285.500 ekor (2022) sehingga bahan baku melimpah, cara pembuatan mudah dan murah.

Sebelumnya, kotoran sapi dibuang sekitar rumah membuat lingkungan tidak sehat, menimbulkan efek gas rumah kaca akibat gas methane.

Setelah ada Gerakan Sejuta Kotak Umat, kotoran sapi diolah menjadi pupuk organik, dilakukan secara masif kolaborasi pentahelix antara akademisi (UGM dan IPB), bisnis (Pertamina, BI, Wijaya Karya), komunitas (Kelompok Tani), pemerintah (Pemkab Blora) dan media (Rasta FM, TVRI, KBRI Antara, Jawa Pos Radar Kudus, DIVA online, dan Rasta Fm).

Manfaat inovasi ini antara lain dapat mengurangi efek gas rumah kaca, tanah menjadi subur  dan gembur, lingkungan rumah menjadi bersih, hasil Gabah Kering Panen (GKP) meningkat 650 Kg/Hektar (harga GKP Rp.4.000/kg), penurunan penggunaan pupuk kimia sekitar 100 Kg/Hektar (harga pupuk subsidi Rp.2.250/Kg), menghemat biaya produksi pertanian masyarakat, produk pertanian organik lebih sehat, memotivasi kelompok tani untuk bisnis beras organik. Arief Rohman mempunyai terobosan yang sangat menggembirakan para petani padi organik dengan mewajibkan ASN mengonsumsi beras organik, dan seluruh rumah sakit dan puskesmas se-Kabupaten Blora yang memiliki rawat inap (https://radarkudus.jawapos.com/blora/691643962/pemkab-dorong-aparatur-sipil-negara-di-blora-konsumsi-beras-oganik).

Dalam sesi pendalaman, Direktur Penyerasian Rencana dan Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PRPP) PPDT Rafdinal memberikan himbauan agar 295 desa kelurahan sudah memanfaatkan kohe untuk pupuk organik, dan berpesan agar memberikan kesempatan kepada Bumdesma untuk mengelola beras organik sehingga mampu memutus rantai pasok beras, kedepan Bumdesma didorong ekspor beras organik. Arief Rohman menaggapi optimis menggerakkan Bumdesma untuk mengelola beras organik.

Sementara itu Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sugeng Hariyono menghimbau agar gas methan yang dapat mengurangi efek rumah kaca. Arief menanggapi sebenarnya Blora sudah memanfatkan kohe untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) bekerja sama dengan PT Pertamina Eksplorasi dan Eksploitasi (EP) Asset 4 di Desa Ledok Kecamatan Sambong sebagai desa binaan. mulai tahun 2013 (https://suarabanyuurip.com/2013/12/31/desa-ledok-desa-binaan-pertamina-ep/).

 Selain itu juga bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) sejak tahun 2019 (https://kumparan.com/beritabojonegoro/mahasiswa-ugm-kembangkan-eduwisata-gama-technopark-palon-blora-1reYxmUq891/3), dan bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STTR) Ronggolawe Cepu (https://sttrcepu.ac.id/pusat/Pengabdian-BIOGAS-pada-Desa-Medalem-Kradenan-Blora.html), serta PEM Akamigas Cepu (https://akamigas.ac.id/media-info/berita/masak-dan-penerangan-rumah-dari-kotoran-sapi/).

Data 4.080.000 anak Putus Sekolah di Indonesia, sebagian besar di Pulau Jawa (Sugeng Hariyono, 2023) merupakan PR yang perlu solusi nyata, paling tidak Blora sudah andil 3.311 anak yang sudah diintervens.

Masukan kohe untuk EBT bisa digunakan untuk perdagangan karbon, Arief memberikan melaporkan tahun ini Pemkab Blora sedang penjajagan dengan PT Perhutani.

Yang terkesan bagi penulis, salah satu panelis mempunyai harapan agar Anak Tidak Sekolah berubah menjadi Ayo Terus Sekolah. Semoga Blora masuk 5 besar Kabupaten Terinovasi. Amin...

Editor : Ali Mustofa
#mahbub djunaidi #kepala daerah #program unggulan #blora #inovasi #pupuk organik