Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sepi, Kios Terminal Tipe B Blora Kini Berubah Fungsi Jadi Kos, Begini Penampakannya

Arif Fakhrian Khalim • Selasa, 5 September 2023 | 21:46 WIB
TAK BANYAK AKTIVITAS: Kios kosong di Terminal Tipe B Blora dipakai untuk tempat istirahat sopir hingga ada yang dijadikan kos.
TAK BANYAK AKTIVITAS: Kios kosong di Terminal Tipe B Blora dipakai untuk tempat istirahat sopir hingga ada yang dijadikan kos.

 

BLORA – Pemilik kios Terminal Tipe B Gagak Rimang Blora mengubah fasilitas terminal itu, menjadi kos.

Sebab, sejak adanya pandemi dulu, mengakibatkan terminal sepi dan kios yang mereka miliki kosong tidak digunakan lagi.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus ini lapangan kemarin, ada 20 kios di area belakang terminal menjadi tempat istirahat sopir bus yang menunggu penumpang. Yang semula toko kelontong atau agen tiket, kini tak terawat.

Seorang pedagang di Terminal Tipe B Blora Sri mengatakan, sejak adanya Covid-19 mengakibatkan beberapa bus tidak beroperasi atau berhenti.

Ia menyebut, dulu sebelum pandemi berjajar agen tiket dan warung memadati kios-kios.

”Kios yang sudah tidak terpakai digunakan untuk tempat istirahat sopir bus. Kadang juga pernah dijadikan kos kalau ada orang yang cari kos murah,” ucapnya.

Salah satu pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya menambahkan, pada pertengahan 2022 lalu, ada lima siswa praktik kerja lapangan (PKL) cari kos murah.

Dia menawarkan kios yang dia punya untuk ditempati anak PKL tersebut.

”Dulu ada anak PKL asal Tuban, lima orang. Turun dari terminal menanyakan kos ke saya. Karena kasihan masih anak SMA, akhirnya saya tawarkan kios saya untuk mereka tempati sebulan. Harganya hanya Rp150 ribu. Listrik saya gratiskan, karena saya kasihan. Untuk mandi bisa di kamar mandi musala,” ujarnya.

Terpisah, Staf Perhubungan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Wahyu mengatakan, fasilitas kios yang disediakan terminal itu, sementara digunakan untuk tempat istirahat sopir. Lantaran banyak sopir yang kadang belum istirahat dan memilih tidur di kios itu.

”Untuk di jadikan kos atau tidak, itu kami kurang paham. Sepengetahuan staf hanya dijadikan tempat istirahat sopir,” ucapnya. (ari/lin)

Editor : Ali Mustofa
#kos #terminal #blora