Baca Juga : Lupa Matikan Kompor, Tiga Kios di Ngawen Blora Terbakar
Senen mengaku, saat itu dia berencana mengambil uang kotak amal makam setelah salat Jumat. Saat dia di lokasi, dia terkaget karena kaca bagian atas kotak amal pecah. Di dalam kotak hanya tersisa lima keping uang logam.
”Hari ini (kemarin, Red) saya mau ngambil kas kotak amal makam. Tau-taunya kok dibobol orang. Padahal uang ini digunakan untuk perawatan makam Nolo Seto (Tempat Pemakaman Dukuh Pudak, Red),” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Dia mengaku, terakhir kali mengambil uang itu sebelum haul dilaksanakan. Setelah haul, dia belum mengambilnya. ”Mungkin uangnya sekitar Rp 200 ribu. Karena saat haul itu ramai,” jelasnya.
Saat akan mengambil uang itu, dia berencana untuk membeli dua lampu LED. Mengganti dua lampu yang mati.
Dia mengaku tidak akan melaporkannya ke pihak berwajib, namun dia berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali. ”Biar menjadi urusan Allah saja,” katanya.
Kepala Desa Sarimulyo Budy Siswoyo mengaku belum mendapatkan laporan atas kejadian pembobolan kotak amal makam itu. Menurutnya, kejadian ini merupakan kedua kalinya selama dia menjabat.
”Saya baru tahu, belum ada yang melapor. Sebelumnya sudah pernah sekali, yaitu dengan merusak kunci kotak amal,” jelasnya.
Dia mengaku akan memperbaiki kotak amal itu dan berharap tidak ada lagi kejadian serupa. Wartawan kemudian mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa Setempat, Kristiyono. Dia kemudian menyarankan kepada pengelola agar segera menyimpan uang yang berada di kotak amal apabila sudah ada isinya. (cha/zen) Editor : Abdul Rokhim