alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Lupa Matikan Kompor, Tiga Kios di Ngawen Blora Terbakar

BLORA – Tiga kios milik Pemerintah Desa Bogowanti, Ngawen, Blora terbakar Senin (8/8) malam. Kebakaran diduga karena penyewa ruko lupa mematikan kompor.

Tiga ruko yang terletak di RT 02/01 itu tinggal dinding tembok yang masih utuh.
Parmi, 51, penyewa ruko itu mengaku kejadian bermula saat slaah satu pekerjanya, Sulastri, sedang menyalakan kompor untuk menghangatkan sayur sekitar pukul 16.00. Dia diberitahu untuk menjaga kompor dan mematikannya saat sudah mendidih.

Parmi kemudian meminta Lasno, suaminya, untuk menjemput cucunya karena dia sedang menunggu sayur ynag masih dihangatkan. Namun, sekitar pukul 16.30, dia menutup dan mengunci kios tanpa mematikan kompornya.


“Saya sebenarnya merasa ada yang beda, resah, biasanya langsung meminta suami untuk mengecek kembali. Tapi tadi tidak begitu, karena suami jemput cucu pulang sekolah,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca Juga :  Korsleting Listrik, Satu Rumah di Kunduran Blora Ludes Terbakar

Kemudian, Mindarwanto, saksi mata kejadian, mengaku melihat api saat dia sedang membeli sesuatu dari warung yang berada tepat di seberang kios. Dia langsung beranjak dari warung untuk mencoba membuka pintu yang masih terkunci itu.

“Saya tahunya sekitar setelah maghrib. Saya langsung cari bantuan untuk membuka gemboknya. Setelah itu mendengar ledakan dari dalam,” jelasnya.

Namun, karena dia ada trauma dengan ledakan gas, dia langsung mundur.
Mendengar adanya kebakaran di wilayahnya dari istrinya, Kepala Desa Bogowanti Suyitno langsung menelpon Wito (Anggota Damkar Ngawen) dan langsung mampir ke kecamatan untuk meminta bantuan damkar. Sekitar pukul 19.00 itu dia bersama damkar langsung ke lokasi.

Atas kebakaran ini, kerugian yang dialami pemerintah desa dan penyewa kios ditaksir sekitar Rp 25 juta. (cha/lid)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

BLORA – Tiga kios milik Pemerintah Desa Bogowanti, Ngawen, Blora terbakar Senin (8/8) malam. Kebakaran diduga karena penyewa ruko lupa mematikan kompor.

Tiga ruko yang terletak di RT 02/01 itu tinggal dinding tembok yang masih utuh.
Parmi, 51, penyewa ruko itu mengaku kejadian bermula saat slaah satu pekerjanya, Sulastri, sedang menyalakan kompor untuk menghangatkan sayur sekitar pukul 16.00. Dia diberitahu untuk menjaga kompor dan mematikannya saat sudah mendidih.

Parmi kemudian meminta Lasno, suaminya, untuk menjemput cucunya karena dia sedang menunggu sayur ynag masih dihangatkan. Namun, sekitar pukul 16.30, dia menutup dan mengunci kios tanpa mematikan kompornya.

“Saya sebenarnya merasa ada yang beda, resah, biasanya langsung meminta suami untuk mengecek kembali. Tapi tadi tidak begitu, karena suami jemput cucu pulang sekolah,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca Juga :  Serahkan Laporan Keuangan, Pemkab Capai Sewindu Wajar Tanpa Pengecualian

Kemudian, Mindarwanto, saksi mata kejadian, mengaku melihat api saat dia sedang membeli sesuatu dari warung yang berada tepat di seberang kios. Dia langsung beranjak dari warung untuk mencoba membuka pintu yang masih terkunci itu.

“Saya tahunya sekitar setelah maghrib. Saya langsung cari bantuan untuk membuka gemboknya. Setelah itu mendengar ledakan dari dalam,” jelasnya.

Namun, karena dia ada trauma dengan ledakan gas, dia langsung mundur.
Mendengar adanya kebakaran di wilayahnya dari istrinya, Kepala Desa Bogowanti Suyitno langsung menelpon Wito (Anggota Damkar Ngawen) dan langsung mampir ke kecamatan untuk meminta bantuan damkar. Sekitar pukul 19.00 itu dia bersama damkar langsung ke lokasi.

Atas kebakaran ini, kerugian yang dialami pemerintah desa dan penyewa kios ditaksir sekitar Rp 25 juta. (cha/lid)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

Most Read

Artikel Terbaru