Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini kemarin (4/6), di sekitar area bendungan bagian dalam tampak 30-an kios semi permanen. Kios-kios tersebut menggunakan bahan bambu dan kayu yang ditutup dengan terpal. Mereka menjual aneka jajanan dan minuman. Seperti beberapa jenis gorengan, telur gulung, mi rebus, hingga es degan dan aneka jajanan lainnya.
Selain yang berada di area dalam, kios-kios sederhana juga tampak didirikan di dekat jembatan yang berada di atas bendungan itu. Atau berada di pinggir jalan Kalinanas, Japah menuju Desa Ngronggo, Jaken, Pati.
Yuliasih, salah satu pedagang asal dukuh Nggagan, Kalinanas, mengaku membangun sendiri kios yang digunakannya untuk berjualan nasi dan nila bakar. Bangunan dengan ukuran 3 meter x 4,5 meter itu dibangun suami dan beberapa orang lainnya.
“Kios ini bangun sendiri, karena pemeliharaan bendungan masih belum selesai,” ungkapnya
Menurut informasi yang dia dapatkan, pembangunan kios-kios untuk para pedagang akan dibangun pada Agustus mendatang. Sehingga dia dan beberapa pedagang lain mendirikan kios secara mandiri.
“Nantinya di sini akan dibangun taman. Kios akan dibangun di tanah yang sekarang masih ditanami jagung itu,” ucapnya sambil menunjukkan perkebunan jagung yang berada di belakang kiosnya.
Meskipun Bendungan Randugunting belum dibuka secara resmi untuk tempat wisata. Pengunjung sudah banyak yang berdatangan untuk melihat bendungan yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo awal tahun lalu. Setiap akhir pekan, ratusan pengunjung meramaikan bendungan yang terletak di Desa Kalinanas, Japah, itu. (cha/war) Editor : Ali Mustofa