Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Subsidi Migor Dicabut, Harga Migor di Blora Alami Kenaikan

Abdul Rokhim • Kamis, 2 Juni 2022 | 23:54 WIB
TUNGGU GILIRAN: Emak-emak tampak antre menunggu giliran untuk mendapatkan migor dari minimarket, Selasa (15/3). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
TUNGGU GILIRAN: Emak-emak tampak antre menunggu giliran untuk mendapatkan migor dari minimarket, Selasa (15/3). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
BLORA - Pemerintah Pusat telah mencabut subsidi minyak goreng sejak 31 Mei lalu. Hasil pantauan Jawa Pos Radar Kudus, pencabutan subsidi berdampak pada naiknya harga migor.

Salah seorang penjaga toko di salah satu distributor migor curah di Ngawen mengaku, kenaikan minyak goreng dianggapnya tidak begitu signifikan. Tidak seperti beberapa bulan lalu yang sempat menyentuh angka Rp 20 ribuan. "Memang terjadi kenaikan, tapi naiknya hanya Rp 500 per kilo," ucap perempuan yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Sejak empat hari lalu, menurutnya telah terjadi peningkatan jumlah pembeli migor curah di tokonya. Hal itu diduga karena beberapa pelaku usaha yang membutuhkan migor dalam jumlah besar seperti produsen kerupuk, ingin mendapatkan migor masih dengan harga subsidi.

"Biasanya bisa sekitar 3,5 ton per hari, tetapi akhir-akhir ini terjadi peningkatan penjualan. Bisa hampir 4 ton," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Pihaknya mengaku, saat ini masih mengikuti harga lama seperti ketika belum ada pencabutan subsidi. "Belum tau nanti akan naik lagi atau tidak, soalnya ini masih stok lama. Mungkin kalau naik itu nanti pas pengiriman stok lagi," jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora pada 30 Mei lalu, stok migor curah di Kabupaten Blora masih di angka 63 ton. Sedangkan minyak goreng kemasan stoknya masih lebih dari tiga kali lipatnya, 222 liter. Sehingga stok masih dianggap aman dengan kebutuhan harian sekitar 20 ton untuk kedua jenis migor itu. (cha/ali) Editor : Abdul Rokhim
#subsidi migor #migor #blora #subsidi migor blora #minyak goreng