Kebakaran rumah kayu berukuran 10x10 meter persegi itu diduga dipicu oleh korsleting listrik. ”Dugaan sementara karena korsleting listrik, Keterangan lebih lanjut masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang,” jelas tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Tri.
Pemadaman kebakaran itu melibatkan dua unit mobil pemadam, tiga tangki suplai air, serta 11 personel. Sehingga dapat mencegah api merembet ke rumah-rumah di sekitarnya. Kondisi cuaca yang panas mempercepat sebaran api. Sehingga rumah yang dihuni oleh 6 orang itu tidak dapat diselamatkan.
Akibat kebakaran itu, tampak kerangka rumah masih berdiri, namun genteng dan sebagian besar penyangga genteng telah runtuh.
Angga Adi Surya, warga setempat menjelaskan bahwa barang yang ditinggalkan di rumah tidak ada yang dapat diselamatkan. ”Semua barang yang di rumah ludes. Seperti kulkas, TV, lemari seisinya, ranjang, dan lain-lain. Hanya tinggal jejaknya saja,” Jelas Angga.
Angga menambahkan rumah yang terbakar itu terdiri dari dua bagian. Rumah depan untuk ruang tamu dan kamar, rumah belakang untuk dapur dan kamar mandi. ”Dulunya dia punya sapi, tapi sudah dijual,” tambah Angga.
Diketahui, Penghuni rumah terdiri dari 2 lansia, 1 anak berumur 2 bulan, 1 anak perempuan kelas 3 SD, serta sepasang suami istri. Beruntung kejadian itu tidak memakan korban jiwa. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (cha/lid) Editor : Kholid Hazmi