BLORA – Sembilan finalis lomba Desain Motif Batik dan Iket Samin memasuki babak akhir. Tujuh finalis lomba desain motif batik yakni batik jati lestari, jati mulya, blora mustika, jinawi, daun jati, tunggak jati, dan jati lestari. Sementara dua finalis iket samin adalah iket jati pengarep dan jati lintang gemilang.
Dalam sesi ini, para finalis mempresentasikan desainnya di hadapan dewan juri. Mulai motif, filosofi dan seluk belum karyanya. Selanjutnya para juri akan menilai hasil karya terbaiknya.
Vinda Dwi Hanifah salah satu finalis dari batik manggar pelangi, mengatakan dirinya diminta presentasi oleh juri dan menceritakan filosofinya. Nama karyanya adalah iket samin jati pengarep.
“Semua peserta finalis presentasi. Kami ditanya filosofinya, warnanya, bagaimana cara menggunakan saat dijadikan udeng (ikat kepala) samin,” ucapnya usai presentasi kemarin.
Dia mengaku membuat desain Iket Samin ini selama tujuh hari. Tema utamanya adalah jati. Sehingga dia membuat desain berupa batik iket samin dengan warna kombinasi. Ada beras kutah, daun jati, batang kayu jati serta serat kayu jati. Warnanya hitam dipadukan biru supaya lebih elegan.
“Kayu jati itu terbesar se-Jawa. Blora punya jati sampai manca negara. Makanya harus ditonjolkan di sana. Bisa disampaikan untuk menambahkan ungker kata juri tadi,” ucapnya.
Dia berharap bisa jadi juara mengingat pesaingnya hanya ada seorang.
“Harapannya bisa menang. Juara pertama. Bisa dikenakan dan bisa dipakai warga Blora, terutama ASN Blora. Saya juga juga buat cap, tapi bikin sendiri,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Blora, Hj. Ainia Shalichah Arief Rohman menyatakan para dewan juri merupakan para pakar. Mulai dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), dosen seni rupa Uiversitas Negeri Yogyakarta (UNY), asesor dari Provinsi Jateng, pengusaha batik dari Pekalongan, kurator batik dari Jogja serta dirinya sendiri.
“Akhirnya disepakati, proses juara sudah diambil juri hari ini (kemarin, red). Kita diskusi sampai sore. Tadi (kemarin red) penentuan atas dasar pertimbangan-pertimbangan. Memang ada evaluasi nanti bagi pemenang pertama dan kedua wajib melakukan pembenahan sebagaimana saran dewan juri,” terangnya.
Latar bekalang para finalis beragam. Ada yang masih sekolah, ada yang baru dua tahun usaha batik dan lainnya. “Penilaiannya banyak hal. Mulai kreatifitas, motif, komposisi warna, keharmonisan antara judul, ide dan motif. Sleian itu, pewarnaan, penempatan pola, finishing dan lainnya,” jelasnya.
Sosok yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Blora ini mengungkapkan, unsur jati menjadi yang utama dalam lomba kali ini. Begitu juga dengan ikat samin. Sebisa mungkin tidak keluar dari pakem yang dimiliki Samin. “Yang penting tidak meninggalkan tema utama Jati,” imbuhnya.
Menurutnya, Blora belum punya icon batik yang memiliki hak cipta. Untuk itu, dengan lomba ini, nantinya desain yang jadi juara bisa didaftarkan atau memiliki hak cipta. Sekaligus jadi batik ikon Blora. Dengan begitu, perekonomian warga khususnya pengrajin batik bisa jalan.
“Mungkin salah satu atau salah duanya untuk dijadikan seragam sekolah ataupun kedinasan. Bisa juga untuk kirab budaya. Ini juga untuk nguri-nguri budaya,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemkab Blora melalui Bappeda Lomba desain motif batik dan Iket Samin. Lomba diperuntukkan untuk warga ber-KTP Blora maupun luar daerah. Rencananya, hasil karya dari lomba ini akan dijadikan batik seragam bagi para ASN dan dunia pendidikan di Blora. Sehingga, perekonomian akan bisa berputar di Blora sendiri. Sebab selama ini pengrajin banyak yang gulung tikar karena tidak ada konsumen.
Dengan adanya pola resmi ini, nantinya setiap pengrajin bisa memproduksinya. Apalagi selama ini, mereka terkenal di pemasaran. Para pembatik juga pasti mendapatkan berkahnya. Tidak perlu lagi beli di luar Blora.
Lomba ini bertujuan untuk menggali ide kreatif dari masyarakat Blora dalam merancang motif batik dan iket samin. Selain itu, meningkatkan kecintaan dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya batik dan iket samin. Juga, meningkatkan promosi batik dan iket samin khususnya batik bernuasa kearifan lokal. Tema yang diangkat yakni “Batik dan Iket Samin Blora Untuk Nusantara”.
Hasil desain hasil karya pemenang akan diaplikasikan untuk berbagai kepentingan. Seperti menjadi seragam kerja, kemeja, blus, busana muslim, blazer, scraf, dan berbagai merchandise sepert tas, topi, dan lain-lain.
Para pemenang nanti akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 2.720.000 untuk juara pertama. untuk pemenang kedua akan mendapatkan Rp 2.448.000 setelah dipotong pajak.. sementara, juara ketiga mendapatkan sebesar Rp 2.176.000.
Pemenang Juara Harapan masing-masing sebesar Rp1.904.000. Adapun pemenang desain batik favorit berhak atas piagam dan tropi penghargaan dari Bupati Blora serta mendapat uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 2.176.000.