Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cemburu ke Kakak Ipar

Ali Mustofa • Rabu, 7 Juni 2023 | 16:07 WIB
MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS
MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS
TERLALU cemburu dengan kakak ipar, berakhir kurang baik dalam berumah tangga. Bisa-bisa malah ketimpa perceraian. Seperti yang dialami rumah tangga Parjo (nama samaran) dan Sunti (bukan nama sebenarnya).

Anehnya, Sunti terlalu mengambil hati kakak iparnya, Tari (nama ganti). Dia kakak kandung Parjo.

Mereka tinggal satu atap di rumah warisan orang tua. Memang ini bisa dibuat pelajaran. Satu rumah tak recommend untuk dua kartu keluarga (KK). Sedikit-sedikit timbul masalah, karena kurang sependapat atau hal lain.

Sunti tak suka dengan kelakuan Tari. Karena merasa tua, Tari selalu menyetir Parjo. Suka disuruh-suruh dan kadang suka caper (cari perhatian). ”Tak suka aja. Punya suami sendiri kok nyuruh-nyuruh suami orang. Namanya rumah tangga kan masing-masing," kata Sunti menggerutu.

Tiap hari Sunti memendam perasaan tak mengenakkan itu. Akhirnya Parjo jadi pelampiasan amarah Sunti. Sering berantem gegara masalah sepele.

Keadaan memuncak ada siaran sepak bola. Hobi kakak-beradik itu sama. Nonton sepak bola. Siaran pertandingannya sering dini hari. Apalagi mereka berduaan melihat pertandingan itu. ”Aku diajak nonton tapi tak mau. Lha nggak hobi. Aku akhirnya dianggurin. Malah nonton sama kakaknya," paparnya.

Mungkin kurang ”jatah" atau bagimana, Sunti pun marah-marah di depan mereka. ”Malah kayak pacaran. Istrinya dianggurin. Udah malem ayok tidur," bentaknya.

Hubungan rumah tangga Parjo dengan Sunti menjadi kurang harmonis karena masalah itu. Sering cekcok dan sampai pisah ranjang. ”Sebel saja lihat mereka," jelasnya.

Rumah tangga yang dibangun dua tahun itu pun terancam pupus. Tari dan Sunti kerap sensi ketika berpapasan. Kadang juga cekcok. ”Paling buat aku jengkel, Mas Parjo malah membela kakaknya," tuturnya.

Pertengkaran antara ipar tak akan ada habisnya jika tidak ada yang mau mengalah. Semakin lama makin runyam. Karena tak kuat menahan emosi lagi, Sunti pun mengancam Parjo untuk cerai.

Suaminya itu malah mengamini. Mungkin karena jengkel, istrinya tak bisa diatur. ”Anehnya Mas Parjo malah setuju untuk cerai. Padahal aku hanya menggertak. Sudah terlanjur. Ini lagi proses persidangan," imbuhnya. (adr/lin) Editor : Ali Mustofa
#rumah tangga bubar #sering cekcok #ambyar #cemburu