Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SIAGA! Yogyakarta Masuki Siklus 200 Tahunan Megathrust

Z
Penulis: Zakaria❯
Segmen zona megathrust di selatan Jawa dan Sumatra. (Dok. Jurnal On the potential for megathrust earthquakes and tsunamis off the southern coast of West Java and southeast Sumatra, Indonesia)
Segmen zona megathrust di selatan Jawa dan Sumatra. (Dok. Jurnal On the potential for megathrust earthquakes and tsunamis off the southern coast of West Java and southeast Sumatra, Indonesia)

Advertisement

 RADAR KUDUS - Ancaman bencana geologi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini menjadi sorotan serius seiring dengan aktivitas tektonik di Samudra Hindia. Wilayah selatan Jawa dilaporkan telah memasuki ujung siklus 200 tahunan akumulasi energi megathrust, yang menyimpan potensi gempa berkekuatan besar.

Dewan Pembina Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa energi tektonik hasil interaksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia ini belum sepenuhnya terlepas. Kondisi ini menempatkan kawasan pesisir dalam risiko tinggi terdampak gempa dan tsunami.

Advertisement

Fakta Risiko Gempa di Wilayah Yogyakarta

Berdasarkan data geologi dan pemetaan risiko, berikut adalah poin-poin utama ancaman bencana di wilayah DIY:

Potensi Magnitudo Besar: Gempa megathrust di pesisir selatan Jawa diperkirakan dapat mencapai kekuatan magnitudo 8,7.

Advertisement

Ancaman Tsunami: Kekuatan gempa tersebut berpotensi memicu gelombang tsunami yang dapat menjangkau kawasan pesisir selatan.

Siklus Geologis: Wilayah ini berada di ujung siklus 200 tahunan, masa di mana akumulasi energi tektonik mencapai puncaknya.

Bahaya Sesar Darat: Selain ancaman laut, terdapat Sesar Opak di daratan dengan sistem patahan kompleks, termasuk adanya blind fault (patahan tersembunyi).

Efek Multibahaya: Kombinasi megathrust dan sesar darat menciptakan risiko bencana ganda bagi penduduk DIY.

Strategi Mikrozonasi: Memetakan Risiko hingga Level Lokal

Merespons ancaman tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melakukan langkah proaktif melalui pemetaan mikrozonasi. Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menegaskan pentingnya akurasi data wilayah terdampak.

"Kami tengah mencermati distribusi wilayah terdampak gempa untuk memastikan kesiapan masyarakat secara terukur," ujar Agustinus.

Advertisement

Artikel Terkait

Selat Sunda Punya Potensi Gempa hingga M8,7, BMKG Ungkap Fakta dan Mitigasinya

Selat Sunda Punya Potensi Gempa hingga M8,7, BMKG Ungkap Fakta dan Mitigasinya

Megathrust Selat Sunda menyimpan potensi gempa besar, tetapi bukan berarti gempa dipastikan terjadi dalam waktu dekat. Kenali fakta seismic gap, risiko tsunami, dan langkah mitigasi yang perlu disiapkan sejak sekarang.

Ancaman Gempa Megathrust? Riset BRIN Ungkap Tsunami Pangandaran Bisa Tiba 20-30 Menit

Ancaman Gempa Megathrust? Riset BRIN Ungkap Tsunami Pangandaran Bisa Tiba 20-30 Menit

Riset BRIN mengungkap tsunami Pangandaran 2006 kemungkinan dipengaruhi pergerakan massa bawah laut. Model menunjukkan tsunami bisa tiba 20-30 menit dan tinggi gelombang di sejumlah lokasi lebih dari 8 meter.

Daftar 14 Megathrust Indonesia dan Potensi Magnitudonya, Segmen Jawa Capai 9,1

Daftar 14 Megathrust Indonesia dan Potensi Magnitudonya, Segmen Jawa Capai 9,1

Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 memetakan 14 segmen megathrust, termasuk Aceh-Andaman Mmax 9,2 dan Jawa Mmax 9,1. Simak daftar serta perubahan segmentasinya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer