Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pengerukan Sungai di Pasar Banggi Dimulai, Dinas Datangkan Dua Alat Berat

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 20 Mei 2025 | 22:11 WIB

 

PENGERUKAN: Dinlutkan bersama Dputaru, BBWS, Pemdes dan petambak garam meninjau proses pengerukan sungai dipinggir pantai Swalan, Pasar Banggi, Rembang kemarin.
PENGERUKAN: Dinlutkan bersama Dputaru, BBWS, Pemdes dan petambak garam meninjau proses pengerukan sungai dipinggir pantai Swalan, Pasar Banggi, Rembang kemarin.

REMBANG – Dua alat berat dikerahkan ke kawasan Pantai Pasar Banggi, Rembang, kemarin. Peralatan tersebut didatangkan untuk melakukan pengerukan sungai yang selama ini mengalami sedimentasi.

Kondisi itu telah berlangsung selama bertahun-tahun dan berdampak pada saluran air yang digunakan untuk mengairi tambak garam maupun budidaya ikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang, Mochamad Sofyan Cholid, menyampaikan bahwa dalam proses pengerukan sungai ini, pihaknya hanya bertindak sebagai fasilitator. Sebab, instansinya tidak memiliki anggaran maupun kewenangan langsung.

Baca Juga: Program Beasiswa Perguruan Tinggi di Rembang Tetap Jalan, Selaraskan Program Dua Desa Dua Sarjana

"Kami hanya memfasilitasi para pemangku kepentingan yang berwenang. Kami mengumpulkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dputaru), pihak kecamatan, pemerintah desa, dan kelompok petambak," ujar Cholid saat ditemui Jawa Pos Radar Kudus di lokasi kemarin siang.

Cholid juga menekankan pentingnya ketersediaan air baku dalam kegiatan budidaya ikan dan produksi garam.

Menurutnya, jika terjadi sedimentasi yang menyebabkan saluran air tersumbat, maka dibutuhkan langkah konkret berupa pengerukan.

"Itu yang harus dilakukan. Meski dinas kami tidak memiliki wewenang langsung, kami tetap berupaya agar dinas-dinas terkait bisa mendukung melalui skema pembagian anggaran," terangnya.

Dalam proyek pengerukan ini, BBWS bertanggung jawab menganggarkan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), sementara alat berat disediakan oleh Dputaru.

Baca Juga: BRI Unit Sarang Rembang Serahkan Santunan Duka Sebesar Rp39 Juta kepada Ahli Waris Nasabah

Pemerintah desa menanggung biaya operasional termasuk operator alat berat. Dinlutkan berperan sebagai penghubung antarinstansi agar semua pihak dapat berkontribusi bersama.

Rencananya, pengerukan akan dilakukan di lima titik. Dua titik telah berjalan, yakni di Wates (Kaliori) dan Pasar Banggi (Rembang).

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan ke kawasan Tireman (Rembang). Namun titik selanjutnya tetap menunggu keputusan dari BBWS.

Sementara itu, masyarakat juga mengusulkan agar pengerukan dilakukan di Sungai Karanggeneng.

Namun, karena sungai tersebut tidak terhubung langsung dengan tambak dan hanya merupakan jalur nelayan, prioritasnya masih dipertimbangkan.

“Gerbang masuk Rembang harus bersih dulu. Titik selanjutnya juga akan dilakukan di Punjulharo, sebelah timur Pasar Banggi, yang juga mengalami pendangkalan sungai,” imbuhnya.

Baca Juga: Penerbitan Rekomendasi Pansus PPPK Rembang Butuh Dua Rapat Lagi, Pastikan Seleksi Tetap Berlanjut

Cholid menambahkan, proses normalisasi bukan hanya berupa pengerukan, tetapi juga pemasangan penahan tebing.

Di beberapa lokasi, penahan dibuat dari bambu dan menjadi tanggung jawab desa.

Di Pasar Banggi, pengerukan ditargetkan berlangsung selama dua pekan dengan panjang sekitar 1.700 meter di sisi kanan dan kiri tambak. Sebelumnya, pengerukan di Wates mencakup panjang 1.200 meter.

Kepala Desa Pasar Banggi, Rasno, menyambut baik program tersebut. Ia mengatakan bahwa selama ini kondisi sungai kerap tersumbat, sehingga rawan banjir saat musim hujan.

Selain itu, air laut yang mengalir lancar juga sangat dibutuhkan para petani tambak untuk budidaya ikan dan produksi garam.

“Sudah hampir tujuh tahun terakhir ini alirannya buntu. Dengan adanya pengerukan, kami sangat senang. Sungai tidak lagi kumuh dan air bisa mengalir lebih lancar,” pungkasnya. (Wisnu Aji)

Editor : Mahendra Aditya
#pasar banggi #rembang #pantai Swalan #pendangkalan sungai #Sungai pasar banggi #Pasar Banggi Rembang #dinlutkan rembang