Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Panduan Puasa Ayyamul Bidh Rajab: Waktu Pelaksanaan dan Amalan Sunnah

Iwan Arfianto • Selasa, 23 Desember 2025 | 13:58 WIB
lustrasi seseorang lagi memanjatkan doa.
lustrasi seseorang lagi memanjatkan doa.

RADAR KUDUS – Bulan Rajab menjadi salah satu waktu istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah.

Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan mulia ini adalah puasa Ayyamul Bidh.

Agar tidak terlewat, umat Islam perlu mencatat jadwal pelaksanaannya di bulan Rajab 1447 Hijriah.

Baca Juga: Viral Fenomena Alam di Iran, Laut Tampak Merah Pekat, Kok Bisa?

Rajab termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan meningkatkan amal saleh karena pahala kebaikan dilipatgandakan.

Lantas, kapan puasa Ayyamul Bidh Rajab dilaksanakan? Berikut penjelasan lengkap mulai dari jadwal, niat, hingga tata caranya.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 2026

Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal yang dihitung oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, 1 Rajab 1447 H bertepatan dengan Minggu, 21 Desember 2025. Bulan Rajab berlangsung hingga Senin, 19 Januari 2026.

Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada pertengahan bulan Hijriah, yakni tanggal 13, 14, dan 15 Rajab 1447 H. Jika dikonversikan ke kalender Masehi, jadwalnya sebagai berikut:

Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh

Pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya. Berikut tata cara yang dapat diamalkan:

1. Niat Puasa
Puasa diawali dengan niat karena Allah SWT. Niat cukup dihadirkan di dalam hati sebelum terbit fajar.

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta‘âlâ
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta‘ala.”

2. Melaksanakan Sahur
Sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa di dalam sahur terdapat kebaikan bagi orang yang berpuasa.

3. Menjaga Diri Selama Puasa
Selain menahan lapar dan dahaga, umat Islam dianjurkan menjaga lisan, sikap, dan perbuatan agar tidak mengurangi nilai pahala puasa.

4. Memperbanyak Ibadah
Puasa akan semakin sempurna jika diiringi dengan amalan lain seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, salat sunnah, dan bersedekah.

5. Menyegerakan Berbuka
Saat waktu Magrib tiba, disunnahkan untuk segera berbuka puasa sebagaimana anjuran Rasulullah SAW.

6. Membaca Doa Buka Puasa
Doa yang dapat dibaca ketika berbuka puasa adalah:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Makna dan Sejarah Ayyamul Bidh

Ayyamul Bidh secara harfiah berarti “hari-hari putih”. Penamaan ini memiliki beberapa penjelasan dalam literatur Islam.

Salah satunya berasal dari riwayat yang mengaitkan puasa ini dengan kisah Nabi Adam AS, yang diperintahkan Allah SWT untuk berpuasa selama tiga hari pada pertengahan bulan.

Pendapat lain menyebutkan, istilah Ayyamul Bidh digunakan karena pada malam tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, rembulan bersinar terang sepanjang malam, sehingga malam dan siang tampak bercahaya.

Dengan mengetahui jadwal dan keutamaannya, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan bulan Rajab untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui puasa Ayyamul Bidh.

Editor : Ali Mustofa
#bulan rajab 1447 H #Puasa Ayyamul Bidh #Niat puasa Rajab