Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Islam Sangat Melarang Hasad? Ternyata Dampaknya Mengerikan

A
Penulis: Ali Mustofa❯
Ilustrasi hasad (Foto: Getty Images/Aang Permana)
Ilustrasi hasad (Foto: Getty Images/Aang Permana)

Advertisement

RADAR KUDUS – Dalam kehidupan sosial, manusia sering kali dihadapkan pada berbagai perasaan ketika melihat keberhasilan, kebahagiaan, atau nikmat yang dimiliki orang lain.

Ada yang merasa termotivasi untuk berusaha lebih baik, namun tidak sedikit pula yang justru diliputi rasa iri dan tidak senang atas nikmat tersebut.

Dalam ajaran Islam, perasaan iri yang disertai keinginan agar nikmat orang lain hilang disebut sebagai hasad.

Advertisement

Sifat ini termasuk penyakit hati yang sangat berbahaya karena dapat merusak ketenangan batin sekaligus menghancurkan hubungan antarsesama.

Hasad bukan sekadar perasaan tidak suka terhadap keberhasilan orang lain.

Ia merupakan penyakit batin yang membuat seseorang tidak rela melihat orang lain memperoleh kebaikan.

Advertisement

Bahkan dalam kondisi tertentu, orang yang hasad berharap agar nikmat tersebut hilang dari pemiliknya.

Padahal dalam Islam, nikmat yang dimiliki setiap manusia merupakan ketentuan Allah SWT yang diberikan sesuai dengan hikmah dan kehendak-Nya.

Memahami Hakikat Hasad

Para ulama menjelaskan bahwa hasad adalah sikap iri hati yang disertai keinginan agar nikmat orang lain lenyap.

Advertisement

Artikel Terkait

Ikhlas Tanpa Mengharap Balasan Manusia, Mungkinkah? Ini Jawabannya

Ikhlas Tanpa Mengharap Balasan Manusia, Mungkinkah? Ini Jawabannya

Ikhlas bukan berarti menjauh dari kehidupan sosial. Justru kita tetap hidup berdampingan, berbuat baik, menghormati, dan menjaga hubungan dengan sesama. 

Mengapa Hati Tenang Setelah Berdoa? Ini Penjelasan Spiritualnya

Mengapa Hati Tenang Setelah Berdoa? Ini Penjelasan Spiritualnya

Doa menjadi bahasa universal jiwa manusia ketika menghadapi rasa takut, harapan, penyesalan, hingga rasa syukur.

Ternyata yang Paling Bisa Menikmati Dunia Justru yang Tidak Mencintainya

Ternyata yang Paling Bisa Menikmati Dunia Justru yang Tidak Mencintainya

Ukuran kekayaan sering kali dipahami sebatas jumlah harta yang dimiliki. Padahal, dalam kenyataan hidup, kekayaan sejati tidak selalu berbanding lurus dengan kepemilikan materi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer