Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Hewan Patuh pada Manusia? Jawabannya Bikin Takjub

A
Penulis: Ali Mustofa❯
Ilustrasi ketundukan hewan bagi manusia (gemini ai)
Ilustrasi ketundukan hewan bagi manusia (gemini ai)

Advertisement

RADAR KUDUS – Dalam kehidupan manusia sejak dahulu hingga sekarang, hewan ternak memegang peranan yang sangat besar.

Kehadiran mereka bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari karunia Allah yang mempermudah aktivitas manusia dalam berbagai bidang kehidupan.

Bila direnungkan, ketundukan hewan kepada manusia adalah nikmat yang sering kali luput dari perhatian.

Advertisement

Allah SWT berfirman: “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, sebagai rahmat dari-Nya.” (QS. Al-Jatsiyah: 13).

Sejak zaman dahulu, keledai dikenal sebagai hewan yang kuat membawa beban berat.

Ia digunakan untuk mengangkut barang dan membantu pekerjaan yang membutuhkan tenaga besar.

Advertisement

Begitu pula kuda yang dijadikan tunggangan, bahkan pada masa peperangan digunakan untuk melindungi penunggangnya di medan tempur.

Kerbau pun menjadi sahabat para petani.

Dengan sabar, hewan ini menarik alat bajak dan membantu mengolah sawah. 

Tanpa bantuan mereka, pekerjaan berat itu tentu akan jauh lebih melelahkan bagi manusia.

Advertisement

Artikel Terkait

Mengapa Hati Tenang Setelah Berdoa? Ini Penjelasan Spiritualnya

Mengapa Hati Tenang Setelah Berdoa? Ini Penjelasan Spiritualnya

Doa menjadi bahasa universal jiwa manusia ketika menghadapi rasa takut, harapan, penyesalan, hingga rasa syukur.

Ikhlas Tanpa Mengharap Balasan Manusia, Mungkinkah? Ini Jawabannya

Ikhlas Tanpa Mengharap Balasan Manusia, Mungkinkah? Ini Jawabannya

Ikhlas bukan berarti menjauh dari kehidupan sosial. Justru kita tetap hidup berdampingan, berbuat baik, menghormati, dan menjaga hubungan dengan sesama. 

Ternyata yang Paling Bisa Menikmati Dunia Justru yang Tidak Mencintainya

Ternyata yang Paling Bisa Menikmati Dunia Justru yang Tidak Mencintainya

Ukuran kekayaan sering kali dipahami sebatas jumlah harta yang dimiliki. Padahal, dalam kenyataan hidup, kekayaan sejati tidak selalu berbanding lurus dengan kepemilikan materi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer