
RADAR KUDUS – Dalam perjalanan hidup, manusia tidak hanya berhadapan dengan tantangan dari luar, tetapi juga menghadapi musuh yang bersemayam di dalam dirinya sendiri.
Musuh itu bernama nafsu. Ia hadir sebagai dorongan yang tampak menyenangkan, namun bisa menjerumuskan jika tidak dikendalikan.
Banyak orang gagal bukan karena kekurangan kemampuan, melainkan karena kalah oleh dorongan hawa nafsunya sendiri.
Nafsu sering tampil sebagai sahabat yang memanjakan, padahal ia bisa menjadi lawan paling berbahaya.
Ketika dibiarkan tanpa kendali, nafsu mampu menutup mata hati hingga manusia tidak lagi mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Bahaya Nafsu yang Tidak Dikendalikan
Berbeda dengan godaan dari luar, nafsu berada di dalam diri manusia.
Ia begitu dekat, sehingga sering tidak disadari keberadaannya. Nafsu dapat membungkus keburukan dengan kemasan kenikmatan.
Karena itulah manusia kerap memaklumi kesalahan sendiri, bahkan membelanya.
Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya nafsu itu benar-benar menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.” (QS. Yusuf: 53)

