Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Metode Observasi Lapangan Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Berita

Ali Mustofa • Kamis, 11 Agustus 2022 | 00:10 WIB
Umi Kurniawati, S.Pd.; Guru Bahasa Indonesia SMP 1 Jati, Kudus (Dok Pribadi)
Umi Kurniawati, S.Pd.; Guru Bahasa Indonesia SMP 1 Jati, Kudus (Dok Pribadi)
MENULIS merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki siswa. Keterampilan menulis pada tingkatan SMP salah satunya menulis teks berita. Keterampilan menulis berita diberikan agar siswa terampil dalam kegiatan menulis.

Keterampilan menulis berita berkaitan dengan laporan berbentuk tulisan. Keterampilan menulis teks berita pada siswa masih kurang maksimal. Pembelajaran menulis teks berita yang masih dilakukan di dalam kelas, sehingga belum tumbuh kreativitas siswa dalam menulis teks berita. Dengan kata lain, siswa tidak diberi kesempatan untuk melakukan pengamatan di luar kelas.

Rendahnya keterampilan menulis teks berita disebabkan faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal, siswa merasa kurang mendapat manfaat dari pembelajaran ini, dan kurang termotivasi mengikuti proses pembelajaran. Faktor eksternalnya, penerapan metode pembelajaran yang kurang tepat dapat mempengaruhi hasil pembelajaran menulis teks berita.

Menurut Fajar (2010:5), pembelajaran menulis teks berita seperti halnya kegiatan pembelajaran pada umumnya. Meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pembelajaran teks berita harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan konsep berita. Konsep berita antara lain, objek yang akan ditulis menjadi berita. Komponen berita atau unsur-unsur berita. Menyusun teks berita sesuai objek yang diamati.

Peran dari metode pembelajaran yang tepat sangat berpengaruh terhadap hasil menulis teks berita. Penggunaan metode pembelajaran observasi lapangan dalam meningkatkan keterampilan menulis teks berita lebih tepat digunakan, karena siswa lebih terampil, kreatif, dan bebas menuangkan ide sesuai dengan apa yang diamati.

Metode observasi lapangan melibatkan siswa untuk terjun secara langsung mengamati peristiwa atau kejadian yang ada di lingkungan sekitar. Hal ini dapat menambah pengalaman, wawasan, serta pengetahuan para siswa, sehingga para siswa dapat berpikir secara luas dan kreatif untuk menuangkan ide maupun gagasan mereka dalam tulisan terutama tulisan teks berita. Metode ini menuntut siswa memiliki kemampuan yang lebih dalam mengamati.

Pemilihan metode observasi lapangan sebagai upaya meningkatkan keterampilan menulis teks berita sangat tepat. Metoede ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dan berlatih lebih banyak dan guru hanya berperan sebagai fasilitator.

Metode observasi lapangan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan metode observasi antara lain, data yang diperoleh langsung dari objek yang diamati dan tidak berdasarkan ingatan. Pencatatan informasi yang mendukung proses pengumpulan data dapat dilakukan saat berlangsungnya kejadian.

Kekurangan metode observasi lapangan antara lain, diperlukan waktu cukup lama untuk mendapat hasil observasi langsung terhadap suatu kejadian. Pengamatan berlangsung lama. Kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pribadi individu tidak dapat diamati. Terbatasnya kemampuan panca indera dan daya ingat. Ketelitian dalam mencatat sekaligus menggunakan alat bantu juga sangat berpengaruh terhadap berhasil tidaknya suatu pengamatan.

Kegiatan menulis memerlukan sejumlah potensi pendukung untuk mencapainya. Diperlukan kesungguhan, kemauan keras, belajar, dan berlatih terus menerus. Dengan demikian, wajar jika dikatakan menciptakan budaya menulis akan mendorong siswa menjadi lebih kreatif, aktif, dan lebih cerdas. (*) Editor : Ali Mustofa
#umi kurniawati #teks berita #menulis #observasi lapangan #pendidikan