PATI – Puluhan siswa SMK Negeri 4 Pati harus mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), kemarin.
Sedikitnya 22 pelajar mengeluhkan gejala seperti mual, pusing, hingga muntah setelah menyantap makanan yang dibagikan di lingkungan sekolah.
Hingga kemarin siang, para siswa tersebut masih menjalani perawatan dan observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit KSH Pati.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turun langsung menjenguk para siswa yang dirawat.
Baca Juga: Kasus Investasi Kapal Pati, Hakim Nyatakan Tak Terbukti, H. Utomo Bebas dari Seluruh Dakwaan
Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan penanganan medis berjalan maksimal sekaligus memantau kondisi kesehatan para korban secara langsung.
Chandra menjelaskan, makanan MBG yang dikonsumsi para siswa diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rendole yang dikelola Yayasan Patriot Bangsa.
SPPG tersebut merupakan unit percontohan pertama di Kabupaten Pati dan selama ini diklaim telah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, menu MBG yang dibagikan terdiri atas ayam, tahu, dan sayuran.
Untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan, sampel makanan telah dikirim ke Semarang guna menjalani uji laboratorium.
Baca Juga: Soal OTT di Pati, Tim Advokasi Bolodewo Dorong Sudewo Tempuh Praperadilan
Hingga saat ini, belum dapat dipastikan jenis makanan yang memicu keluhan para siswa.
“SPPG ini selama ini sudah menerapkan SOP. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sampel sudah dikirim ke Semarang,” ujar Chandra.
Dari hasil pemantauan sementara, 22 siswa mengalami keluhan dengan tingkat berbeda-beda.
Meski demikian, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik dan seluruhnya berada dalam pengawasan tenaga medis.
“Sebagian besar kondisinya sudah membaik. Ada yang masih merasakan mual dan pusing, namun semuanya terkontrol dan terus diobservasi,” imbuhnya.
Baca Juga: Bikin Geger! Pria Bojonegoro Tewas Mendadak di Teras Counter Handphone Pati, Begini Kejadiannya
Chandra menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pati bertanggung jawab penuh atas penanganan para siswa, termasuk pembiayaan perawatan medis.
Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk kembali memperketat penerapan SOP di seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah Bumi Mina Tani.
“Kami sudah menyampaikan kepada Ketua Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) agar SOP di semua SPPG diperketat kembali. Biaya perawatan sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah,” tegasnya.
Di sisi lain, pihak sekolah disebut bergerak cepat sejak gejala awal muncul dengan segera berkoordinasi bersama tenaga medis.
Dugaan keracunan MBG ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut sambil menunggu hasil resmi uji laboratorium terhadap sampel makanan.
Sementara itu, Kepala SPPG Pati Margorejo, Rosita Tri Suci Rohani, mengatakan pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan tersebut.
Ia menjelaskan, menu yang disajikan kepada siswa berupa nasi dengan lauk garang asem ayam serta buah semangka.
“Hingga saat ini kasus ini masih bersifat dugaan. Kami berharap semua pihak bersikap bijaksana dan menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menarik kesimpulan,” ujarnya saat ditemui di SMKN 4 Pati. (adr)