PATI - Keberadaan gas LPG 3 kilogram (Kg) sulit didapatkan Masyarakat Pati.
Karenanya, DPRD Pati mensidak beberapa agen dan pangkalan. Di sisi lain, pemerintah setempat mengusulkan tambahan.
Komisi B DPRD Kabupaten Pati menerima aduan dari masyarakat terkait kelangkaan dan kenaikan harga LPG 3 kg yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, bersama jajarannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) serta beberapa agen elpiji.
"Dari laporan yang kami terima, ada pengecer yang menjual LPG 3 Kg seharga Rp 35 ribu hingga Rp 45 ribu per tabung. Ini jelas memberatkan masyarakat," ujar Muslihan.
Pihaknya menyaksikan langsung proses pengisian LPG bersubsidi dan nonsubsidi.
Berdasarkan informasi dari salah satu SPBE, suplai gas dari Pertamina mencapai 30 ton per hari, namun hanya 25 ton yang ditampung.
Sementara 5 ton lainnya digunakan untuk mengatasi kemacetan distribusi.
Muslihan mempertanyakan mengapa distribusi ke agen berjalan lancar, tetapi harga di tingkat pengecer tetap melambung tinggi.
Ia juga menekankan bahwa SPBE harus menjual LPG ke pangkalan sesuai dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah.
"Dari SPBE ke agen itu lancar, lalu kenapa di tingkat pengecer harga bisa melonjak? Seharusnya harga dari pangkalan ke pengecer maksimal Rp 18 ribu, tapi ini bisa mencapai Rp 45 ribu. Ada apa di sini?" tegasnya.
Komisi B DPRD Pati meminta seluruh pihak, mulai dari SPBE, agen, pangkalan, hingga pengecer, untuk menjual LPG 3 Kg sesuai dengan HET guna menstabilkan harga di pasaran.
"Tujuan kami jelas, demi masyarakat. LPG 3 kg adalah barang subsidi, maka harus sesuai dengan standar harga yang ditetapkan pemerintah," tandas Muslihan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah mengajukan tambahan pasokan LPG 3 Kg sebanyak 92 ribu tabung untuk Maret.
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan hingga Lebaran.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati, Hadi Santosa, menyatakan meskipun pasokan dari pemerintah tidak berkurang, permintaan LPG 3 Kg meningkat signifikan di bulan ini.
"Kelangkaan yang terjadi kemungkinan besar karena konsumsi meningkat. Bukan karena pengurangan pasokan," jelas Hadi.
Ia berharap tambahan pasokan ini dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan LPG bagi masyarakat hingga Lebaran.
"Semoga stok tetap aman dan harga tidak melambung," paparnya. (adr/zen)
Editor : Ali Mustofa