RADAR KUDUS - Bursa transfer paruh musim Liga 1 2025 tampaknya akan diwarnai manuver mengejutkan dari PSIS Semarang.
Klub berjuluk Mahesa Jenar itu dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar untuk merekrut tiga pemain Persib Bandung sekaligus, dua di antaranya merupakan idola anyar Bobotoh.
Isu ini mencuat seiring rumor kuat tentang akuisisi PSIS oleh bos Malut United, David Glenn, yang disebut-sebut tengah dalam tahap finalisasi.
Kabar ini memicu spekulasi besar bahwa PSIS akan mengikuti jejak Malut United yang gemar mendatangkan pemain-pemain eks Maung Bandung.
Efek Akuisisi Bos Malut United: PSIS Siap Revolusi
Direktur PT Mahesa Jenar Semarang, Agung Buwono, membenarkan bahwa negosiasi dengan calon investor baru telah berlangsung intens selama sebulan terakhir. Ia memastikan bahwa proses ini bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan langkah penyelamatan klub.
“Mas Yoyok dari awal memang ingin menyerahkan PSIS kepada sosok yang tepat. Tujuannya agar PSIS bisa kembali ke masa kejayaannya,” ujar Agung.
Jika akuisisi ini rampung, bukan mustahil PSIS langsung menggeliat di bursa transfer. Sejumlah pemain Persib Bandung yang kini jarang mendapat menit bermain disebut masuk radar utama.
1. Abdul Aziz — Gelandang Pengatur Irama yang Diparkir
Nama pertama dalam daftar incaran PSIS adalah Abdul Aziz Lutfi Akbar, gelandang kelahiran Bandung yang dikenal memiliki visi permainan tajam dan distribusi bola akurat.
Pemain 31 tahun ini tengah kehilangan tempat di skuad utama Persib Bandung dan bahkan sempat dipinjamkan ke Persis Solo musim lalu. Catatan 70 laga dan 2.848 menit bermain membuktikan pengalamannya tak bisa dipandang remeh.
Dengan situasi terkini, kans PSIS meminjam Abdul Aziz terbuka lebar. Apalagi, kontraknya dengan Persib masih berlaku hingga Mei 2026, memberi ruang negosiasi fleksibel bagi kedua tim.
Baca Juga: Bos Baru Belum Bawa Berkah! PSIS Semarang Babak Belur, Persiku Kudus Berpesta di Kandang 3-0
2. Alfeandra Dewangga — Anak Hilang yang Pulang ke Rumah
Nama kedua justru memiliki ikatan emosional dengan PSIS Semarang — Alfeandra Dewangga Santosa. Pemain kelahiran Semarang ini merupakan produk asli Mahesa Jenar sebelum hijrah ke Persib Bandung pada Juli 2025.
Ironisnya, sejak bergabung dengan Maung Bandung, Dewangga belum sekalipun tampil di Liga 1 musim ini. Dengan statusnya yang terpinggirkan, kemungkinan besar PSIS akan mencoba menarik pulang sang mantan kapten lewat skema pinjaman.
Dewangga punya catatan impresif: 103 pertandingan, 6 gol, dan 4 assist selama berseragam PSIS. Kembalinya sang “anak kandung” bisa menjadi amunisi berharga untuk menyelamatkan PSIS dari jurang degradasi.
3. Hamra Hehanussa — Bek Tangguh yang Siap Reinkarnasi
Sosok ketiga yang disebut masuk daftar buruan PSIS adalah Al Hamra Hehanussa, bek tangguh berusia 26 tahun yang kini membela Persib Bandung.
Seperti Dewangga, Hamra juga belum mendapatkan menit bermain di bawah asuhan Bojan Hodak karena kalah saing dengan trio bek asing: Patricio Matricardi, Julio Cesar, dan Federico Barba.
Padahal, rekam jejaknya cukup solid saat masih berseragam Persik Kediri — mencatatkan 68 pertandingan, 5 gol, dan 3 assist. Jika PSIS berhasil meminangnya, lini belakang Mahesa Jenar bisa mendapatkan tambahan tenaga signifikan.
Baca Juga: Igor Henrique Mengamuk! Persiku Kudus Bantai PSIS Semarang 3-0, Mahesa Jenar Kian Terpuruk!
PSIS Butuh Suntikan Energi Baru
Kondisi PSIS Semarang musim ini memang cukup memprihatinkan. Hingga pekan ke-10, mereka terbenam di dasar klasemen Liga 2 Championship Grup B dengan hanya dua poin. Kelemahan di lini tengah dan pertahanan menjadi masalah utama yang terus menghantui skuad.
Jika rumor akuisisi dan transfer ini terealisasi, maka kehadiran trio Persib tersebut bisa menjadi “injeksi” energi baru bagi PSIS untuk bangkit di paruh kedua musim.
Langkah PSIS Semarang untuk mendatangkan pemain Persib bukan sekadar strategi bursa transfer biasa. Ini adalah upaya penyelamatan klub dan simbol awal kebangkitan Mahesa Jenar di bawah kepemilikan baru.
Dengan kombinasi nama berpengalaman seperti Abdul Aziz, loyalis lokal Alfeandra Dewangga, dan bek kuat Hamra Hehanussa, PSIS berpotensi membangun fondasi baru untuk menatap masa depan yang lebih cerah — sekaligus memberi sinyal bahwa Semarang belum habis.
Editor : Mahendra Aditya