RADAR KUDUS - Curah hujan yang besar dalam beberapa minggu terakhir meningkatkan risiko terjadinya longsor di beberapa daerah, khususnya di kawasan perbukitan dan lereng.
Fenomena ini sering muncul secara mendadak dan sering kali menyebabkan kerugian, baik harta benda maupun nyawa.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa tanah longsor merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia, terutama selama musim hujan.
Selama setahun, bencana longsor dapat terjadi ratusan kali di berbagai lokasi dengan keadaan tanah yang tidak stabil dan intensitas hujan yang tinggi.
Apa Penyebab Terjadinya Longsor?
Dengan kata lain, tanah longsor berlangsung saat tanah tidak lagi mampu menahan beban yang berada di atasnya.
Salah satu penyebab utama adalah air hujan yang masuk ke dalam tanah.
Saat hujan terus-menerus, air akan membuat tanah jenuh dan berat, sehingga menjadi mudah bergerak dan runtuh.
Selain hujan, terdapat beberapa faktor lain yang meningkatkan risiko longsor.
Yaitu: Kemiringan lereng yang curam, penggundulan hutan atau rendahnya vegetasi, kegiatan manusia seperti pemotongan tebing, pembangunan rumah di lereng.
Serta sistem drainase yang buruk, dan struktur tanah yang lemah, seperti tanah lempung dan pasir.
Ahli bencana mengungkapkan bahwa akar pohon memiliki peran krusial dalam menjaga kestabilan tanah.
Saat pohon ditebang, kekuatan ikatan tanah menurun, membuat lereng lebih rawan longsor.
Berikut Tindakan Preventif yang Dapat Diterapkan
Agar mengurangi risiko longsor, warga bisa mengambil beberapa langkah mudah, seperti:
1. Tidak membangun struktur di tebing terjal.
2. Menanam pohon atau tanaman dengan akar yang kuat.
3. Membuat saluran drainase yang efisien agar air hujan tidak terakumulasi.
4. Segera informasikan kepada pihak desa jika terlihat gejala-gejala tanah longsor.
Pemerintah daerah diharapkan untuk terus memetakan area yang rawan longsor dan memberikan edukasi kepada warga, terutama yang tinggal di kawasan perbukitan.
Musim hujan seharusnya menjadi pengingat bagi setiap orang untuk lebih memperhatikan lingkungan.
Kewaspadaan dan kesiapsiagaan merupakan faktor utama untuk mencegah terjadinya bencana longsor serta meminimalkan korban. (AmeliaNA)
Editor : Ali Mustofa