RADAR KUDUS – Nasib nahas menimpa Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ryanto Ulil Anshar yang ditembak seniornya Kabag Ops Polres Solok Selatab AKP Dadang Iskandar pada Jumat, 22 November 2024 pukul 00.43.
Dari penembakan ini, AKP Ryanto Ulil Anshar tewas. Tak disangka, AKP Ryanto ternyata anak yatim dan berpretasi.
Profil AKP Ryanto Ulil Anshar
AKP Ryanto Ulil Anshar diketahui lahir di Makassar, 12 Agustus 1990. Pria asal Bugis ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2012.
Dia menjabat sebagai Kasar Rekrim Polres Solok Selatan pada 24 November 2023 atu 11 bulan 29 hari sebelum insiden penembakan ini.
Kisah Hidup AKP Ryanto Ulil Anshar
Belum banyak infomasi seputar kehidupan APK Ryanto Ulil Anshar. Namun diketahui AKP Ryanto anak yatim. Dia ditinggal ayahnya saat masih kecil.
Tak heran, sejak kecil korban kurang mendapatkan kasih sayang seorang ayah. Kendati demikian, ibu dan keluarganya sangat menyayangi sosok yang berasal dai Bugis ini.
Dia menjadi anak yang pandai dan berpretasi.
Karier AKP Ryanto Ulil Anshar
AKP Ryanto Ulil Anshar pernah menjabat sebagai Kapolsek Madukara, Polres Banjarnegara. Dia juga pernah menjadi Kasat Reserse Narkoba Polres Magelang.
Perjalanan kariernya cukup bagus. Dia pernah menjabat sebagai Kaurbungkol Spripim Polda Jateng.
Sebelumnya AKP Ryanto juga pernah memiliki tugas bagus di Gegana Brimob Polda Jateng yakni Kpela Unik Pejinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jateng dan Kepala Sub Detasemen Wanteror Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Jateng.
AKP Ryanto juga pernah menjadi Komandan Peleton penampungan bintara remaja.
AKP Ryanto Ulil Anshar Ditembak Diduga karena Usut Kasus Tambang Galian C
Kejadian penembakan AKP Ryanto Ulil Anshar terjadi pada Jumat, 22 November 2024 pukul 00.43 di Parkiran Polres Solok Selatan. Tepatnya Jorong Bukit Malintang Barat, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir.
AKP Ryanto tewas usai ditembak oleh AKP Dadang Iskandar. Korban terkena 2 tembakan di bagian kepala. Tepatnya di pelipis kanan dan pipi kanan.
Setelah kejadian itu, AKP Dadang Iskandar langsung kabur meninggalkan TKP dengan menggunakan kendaraan dinasnya.
Diduga penembakan ini karena korban sedang mengusut kasus tambang galian C.
Editor : Noor Syafaatul Udhma