
KOTA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang mulai berlaku pada Rabu (10/6) belum berdampak signifikan terhadap pola konsumsi masyarakat di Kabupaten Kudus.
Pantauan di SPBU Rendeng sekitar pukul 09.30 WIB menunjukkan antrean kendaraan untuk pengisian Pertamax masih berlangsung normal seperti hari-hari biasa.
Meski harga Pertamax mengalami lonjakan cukup tinggi, tidak terlihat adanya penurunan jumlah pengguna maupun perpindahan besar-besaran ke BBM jenis Pertalite.
Antrean di dispenser Pertalite memang tampak lebih panjang, namun kondisi tersebut disebut sebagai situasi yang sudah biasa terjadi sebelum adanya penyesuaian harga.
Supervisor SPBU Rendeng, Budi Utomo, membenarkan bahwa harga Pertamax dan Pertamax Green 95 mengalami kenaikan mulai pukul 00.00 WIB pada Rabu (10/6).
Untuk Pertamax, harga naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.
Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
"Kenaikan harga mulai berlaku sejak pukul 00.00 WIB. Untuk produk BBM lainnya tidak ada perubahan harga. Sampai saat ini stok BBM di SPBU Rendeng juga masih aman," ujar Budi.
Menurutnya, hingga pagi hari setelah pemberlakuan harga baru, aktivitas pengisian BBM masih berjalan normal.
Belum terlihat adanya lonjakan signifikan pengguna Pertalite maupun penurunan drastis konsumen Pertamax.



