Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sadis! Seorang Ibu Dibantu Paman dan Kakek Tega Habisi Nyawa Anaknya, Lalu Korban Dibuang ke Sungai di Subang

Ali Mustofa • Jumat, 13 Oktober 2023 | 18:05 WIB

Penemuan korban di saluran irigasi Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu
Penemuan korban di saluran irigasi Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu

 

SUBANG – Seorang bocah berusia 13 tahun ditemukan tewas di saluran irigasi atau sungai di Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu pada Rabu (4/10).

Jasad bocah yang bernama Muhammad Rauf itu ditemukan dalam kondisi berlumuran darah dan tangan yang terikat kebelakang.

Ternyata, orang yang tega menghabisi nyawa bocah yang berdomisili di Desa Parigimulya, Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang ini adalah keluarganya sendiri, yakni ibunya Nurhani, 40 yang dibantu oleh paman S, 24, dan kakeknya W, 70.  

Mengutip jawapos, dari penjelasan yang dibagikan oleh akun tiktok @m.armand.s.st, Rauf sempat dianiaya oleh sang ibu karena merasa kesal hpnya dipinjam oleh Rauf 2 hari sebelum kejadian.

Akun tersebut juga membagikan video saat Rauf bekerja membersihkan kandang sapi untuk bisa makan setiap harinya.

Ibu Rauf sempat datang ke kandang tempat Rauf bekerja untuk memarahi anaknya dan mengancam agar Rauf tidak pulang ke rumahnya.

Pada saat dimarahi dan diancam itu disebutkan juga bahwa ibu Rauf memukul kepala anaknya. Namun Rauf malah pulang dan akhirnya mendapat siksaan dari ibu kandungnya sendiri hingga tewas.

“Dia ancam korban jika sampe berani pulang ke rumah awas saja!! Dan pada malam itu itu anak ijin ke saya mau maen ke rumah temannya, saya gak nyangka eh dia pulang ke rumah ibunya, tiba-tiba saja paginya mendengar kabar duka Muhammad Rauf meninggal di kali Bugis Sukatani Kab Indramayu” tulis akun @m.armand.s.st.

Kepada kepolisian, Nurhani mengaku tega menganiaya anak kandungnya sendiri sebab merasa malu pada Rauf yang kerap ketahuan mencuri dan berbuat nakal.

Padahal, Rauf hidup tanpa diurus. Dia harus putus sekolah dan bekerja serabutan demi imbalan makanan.

Meskipun demikian, Rauf dikenal sebagai anak yang rajin bekerja. Dia juga dikenal suka membantu dan kerap ikut kegiatan gotong royong di lingkungannya.

Rauf memang diketahui pernah membobol kotak amal dan mencuri makanan di warung, namun tidak ada warga yang dendam kepada Rauf karena mereka paham atas kondisi bocah tersebut.

Rauf diketahui lebih sering tinggal di jalanan setelah orang tuanya bercerai. Dia kadang tidur di pos ronda dan dari video yang beredar, menceritakan bahwa Rauf lebih memilih untuk tidur di kandang sapi dibanding harus pulang ke rumahnya.

Di malam hari saat dirinya disiksa, Nurhani mengatakan bahwa anaknya masih berbicara meski tubuhnya sudah penuh luka.

Kata yang keluar dari mulut korban adalah ‘Ma sakit ma, ma saya ngantuk ma, capek ma’. Namun ucapan tersebut tidak digubris dan ibunya lalu membuang tubuh anaknya ke aliran irigasi hingga ditemukan tewas oleh warga pada pagi harinya.

Kisah malang Rauf pun ramai di media sosial. Pemilik kandang sapi tempat Rauf bekerja rupanya sering memvideokan Rauf saat membersihkan kandang. Dia juga menunjukkan tempat yang kerap ditempati Rauf tidur saat tidak pulang ke rumah.

Akhirnya banyak netizen yang iba dan bersimpati pada Rauf. Mereka pun mendoakan Rauf agar mendapat tempat yang nyaman disana.

Sementara itu, para tersangka dikenakan pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 44 ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Editor : Ali Mustofa
#subang #tewas #kekerasan #saluran irigasi