Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fakta Terbaru Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu di Jalur Ngawi dan Madiun Bukan Kali Pertama

Ali Mustofa • Jumat, 1 September 2023 | 16:55 WIB
Bus Eka dan Sugeng Rahayu ringsek usai adu moncong di Geneng, Ngawi, pada Kamis (31/8) pagi.
Bus Eka dan Sugeng Rahayu ringsek usai adu moncong di Geneng, Ngawi, pada Kamis (31/8) pagi.

MADIUN - Kecelakaan tragis antara bus Eka nopol S 7551 US dan Sugeng Rahayu bernopol W 7572 UY di utara RS Geneng, Kecamatan Geneng, pada Kamis (31/8) pagi, semakin menambah panjang daftar insiden jalan raya di wilayah Madiun.

Kecelakaan tersebut terjadi setelah Bus Eka yang menghindari pejalan kaki menabrak Bus Sugeng Rahayu dari arah berlawanan.

"Kejadian berawal saat Bus Eka melaju dari arah Ngawi menuju Madiun. Di lokasi kejadian, Bus Eka berusaha menghindari pejalan kaki. Namun yang terjadi justru menabrak Bus Sugeng Rahayu dari arah berlawanan,” ungkap Kapolres Ngawi, AKBP Argo Wiyono 

Sebagai informasi, insiden tersebut bukanlah yang pertama terjadi bagi Bus Sugeng Rahayu di jalanan kabupaten Ngawi, Madiun dan sekitarnya. Dikutip dari Radar Madiun, berikut adalah sejumlah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Sugeng Rahayu di wilayah setempat.

  1. Bus Sugeng Rahayu terguling di Desa Banyubiru

Bus Sugeng Rahayu dengan nopol W 7179 UZ terguling di Jalan Ngawi-Mantingan masuk Desa Banyubiru, Widodaren, 9 April 2019. Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB itu menyebabkan belasan penumpang dan kru bus luka-luka.

"Tidak ada korban jiwa," kata Kanit Laka Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo kala itu.

Cipto juga menjelaskan kecelakaan bermula saat bus melaju dari barat (Solo) dengan kecepatan tinggi. Sesaat setelah melewati tikungan tajam, muncul kendaraan dari arah berlawanan.

Sopir bus langsung banting setir ke arah kiri. Bus akhirnya keluar badan jalan dan meluncur sekitar 50 meter sebelum terguling menghantam pohon jati hingga roboh.

"Sopir bus patah kaki. Seluruh penumpang luka-luka," imbuh Cipto.

  1. Sugeng Rahayu Terguling di Madiun, 20 Penumpang Luka-Luka

Sebuah kecelakaan terjadi di Jalan Raya Madiun-Surabaya, tepatnya Desa Jerukgulung, Balerejo saat bus Sugeng Rahayu terguling.

Sejumlah penumpang bus bernopol W 7216 UZ jurusan Solo-Surabaya tersebut terlempar dari tempat duduknya dan saling menindih setelah bus terhenti dalam posisi terguling.

Kecelakaan itu terjadi pada 31 Mei 2022 siang. Insiden bermula saat bus Sugeng Rahayu melaju dengan kecepatan tinggi dari Madiun ke Surabaya.

Bus tersebut menyalip Sugeng Rahayu lain. Meskipun berhasil menyalip, namun setelahnya bus tersebut terguling karena menghindari sepeda motor.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya dua penumpang terluka parah," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Ipda Roni Susanto.

Total 19 penumpang yang mengalami luka-luka dirawat di RSUD Caruban, dua di antaranya patah tulang tangan.

  1. Sugeng Rahayu Sasak Dua Sepeda Motor, Tiga Korban Tewas di Lokasi

Bus Sugeng Rahayu mengalami kecelakaan dengan melibatkan dua sepeda motor di Jalan Raya Solo, masuk Desa Kincang Wetan, Jiwan, Madiun pada 10 Agustus 2013.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga korban tewas. Kejadian bermula saat Siti Sundari, pengendara motor AE 3231 CA melaju di Jalan Hasanudin dari arah selatan ke utara sekitar pukul 03.00 WIB. Ia hendak menyeberang di Jalan Raya Solo menuju ke arah timur.

Namun disaat bersamaan bus Sugeng Rahayu bernopol W 7377 UZ yang dikemudikan Budi Hendrawan, warga Sidoarjo, melaju dari arah timur (Madiun) ke barat. 

Karena jarak terlalu dekat, tabrakan tidak terhindarkan. Setelah menabrak sepeda motor Siti, sopir kemudian membanting kemudi ke arah kanan.

Namun, bus justru kembali menghantam sepeda motor Honda GL Max AE 3408 PJ yang dikendarai Lukas Edi Kurniawan, 21, yang berboncengan dengan Igar Giras, 25, warga Desa Grobogan, Jiwan, Kabupaten Madiun.

‘’Ketiga pengendara motor meninggal dunia di lokasi kejadian,’’ kata Kasatlantas Polres Madiun Kota, AKP Dwi Jatmiko, waktu itu.

Usai kejadian, jenazah para korban dibawa ke RSUD dr. Soedono Madiun. Sementara dua sepeda motor yang tertabrak rusak parah. Bahkan, Honda GL Max tinggal kerangka karena terbakar.

  1. Sugeng Rahayu tabrak ambulan jenazah yang melaju

Mobil ambulan yang mengangkut jenazah mengalami tabrakan dengan Bus Sugeng Rahayu pada 19 September 2022.

Kejadian berawal saat mobil ambulans Daihatsu Gran Max nopol L 1456 NV yang mengangkut jenazah melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Basuki Rahmat sekitar pukul 11.15 WIB. 

Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), bus Sugeng Rahayu yang dikemudikan Anas Subeki, 37, warga Jururejo, Ngawi, tiba-tiba keluar dari Terminal Bus Purbaya Madiun untuk menyeberang.

Karena jarak antara kedua kendaraan terlalu dekat, insiden tabrakan tidak dapat dihindari.

‘’Padahal, mobil ambulans telah menyalakan sirine,’’ kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Kota Iptu Aris Winarko, saat diwawancarai awak media saat itu.

Kedua kendaraan yang terlibat laka lantas telah diamankan di mapolres setempat. Termasuk sopir bus SR, diperiksa di Satlantas Polres Madiun Kota.

‘’Berdasarkan pasal 134 UU Nomor 22/2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, mobil ambulans memiliki hak utama atau diprioritaskan. Kasus ini masih kami dalami dari keterangan sejumlah saksi,’’ terangnya. (jawapos.com)

 

Editor : Ali Mustofa
#laka lantas #Bus Sugeng Rahayu #kecelakaan #madiun