Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HORE! 5 Bansos Cair Serentak Bulan Ini, Apa Saja?

Z
Penulis: Zakarias Fariury❯
Ilustrasi menerima uang
Ilustrasi menerima uang

RADAR KUDUS - Pemerintah mengumumkan akan mencairkan tujuh jenis bantuan sosial (bansos) secara serentak pada awal Desember 2025, menandai puncak penyaluran bansos dengan total anggaran mencapai Rp 504,7 triliun untuk tahun 2025.


Advertisement

Penerima bansos diwajibkan terdata dalam Data Tunggal Sistem Ekonomi Nasional (DTSEN). Berikut adalah rincian tujuh program bantuan yang mulai digulirkan per 1 Desember 2025:

Baca Juga: Petugas PT POS Terbatas Warga Menunggu Pencairan Bansos Kemensos Nunggu Sampai Tiga Jam

I. Bansos Nasional (Non-Reguler)

1. Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra)

  • Pencairan: Gelombang kedua dimulai awal Desember, dengan estimasi terakhir pada 20 Desember 2025.

  • Nominal: Rp 300.000 per bulan. KPM akan menerima total Rp 900.000 sekaligus untuk periode Oktober-Desember 2025.

  • Syarat: Terdaftar di DTSEN dengan status Desil 1-4 dan memiliki penghasilan di bawah garis kemiskinan.

  • Target: 35 juta KPM.

  • Mekanisme: Via Bank Himbara (Mandiri, BNI, BRI, BSI) atau PT Pos Indonesia.

2. Bantuan Tunai Langsung (BLT) Dana Desa

  • Pencairan: Dimulai awal Desember 2025.

  • Nominal: Rp 300.000 per bulan, total Rp 900.000 per KPM untuk periode Oktober-Desember 2025.

  • Fungsi: Program prioritas Pemerintah Desa untuk penanganan kemiskinan ekstrem, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 108 Tahun 2024.

  • Sumber Dana: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Keuangan dan Kemendes PPDT.

II. Bansos Reguler (Termin Susulan)

3. Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4 Termin Susulan

  • Pencairan: Mulai 1 Desember 2025.

  • Penerima: KPM Peralihan dari PT Pos Indonesia ke KKS dan KPM hasil validasi baru.

  • Nominal: Bersifat conditional dan variatif, tergantung komponen keluarga. Contoh: ibu hamil/balita (Rp 600.000 per triwulan), siswa SD (Rp 300.000), siswa SMP (Rp 600.000), siswa SMA (Rp 1 juta).

  • Target: 10 juta penerima.

  • Mekanisme: Melalui KKS Bank Himbara dan PT Pos Indonesia (khusus area 3T).

4. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 4 Termin Susulan

  • Pencairan: Mulai 1 Desember 2025.

  • Nominal: Rp 200.000 per bulan. Total pencairan Rp 600.000 untuk periode Oktober-Desember 2025.

  • Fungsi: Digunakan untuk pembelian kebutuhan sembako (beras, minyak goreng, telur, dsb).

5. Bantuan Pangan (Beras dan Minyak Goreng)

  • Pencairan Lanjutan: Pemerintah mengkonfirmasi pencairan lanjutan pada awal Desember 2025 untuk daerah yang mengalami kendala logistik, verifikasi data DTSEN, atau wilayah 3T.

  • Bentuk: Berupa barang fisik (non-tunai).

    • Beras: 20 kg beras premium medium (setara Rp 300.000-Rp 350.000 nilai pasar).

    • Minyak Goreng: 4 liter minyak goreng merek Minyak Kita (setara Rp 50.000-Rp 60.000 nilai pasar).

  • Target: 18,2 juta KPM dengan total anggaran Rp 6,4 triliun.

III. Bansos Khusus DKI Jakarta

Tiga bansos daerah DKI Jakarta dijadwalkan cair bersamaan pada akhir Desember 2025 (sekitar 21-25 Desember 2025) dengan nominal Rp 300.000 per bulan:

  • Kartu Lansia Jakarta (KLJ): Khusus lansia usia minimal 60 tahun yang terdaftar di Dinas Sosial DKI Jakarta.

  • Kartu Anak Jakarta (KAJ): Untuk anak usia 0-6 tahun.

  • Kartu Perlindungan Disabilitas Jakarta (KPDJ): Untuk penyandang disabilitas yang memiliki Kartu Penyandang Disabilitas terverifikasi.

Pemerintah menargetkan penyaluran 100 persen untuk semua program pada akhir Desember 2025, sekaligus menjadi penutup tahun anggaran bansos. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Responsif, Bupati Blora Arief Rohman Pastikan Lansia yang Tinggal di Rumah Reyot di Tertangani

Responsif, Bupati Blora Arief Rohman Pastikan Lansia yang Tinggal di Rumah Reyot di Tertangani

Pemerintah Kabupaten Blora gerak cepat menyusul adanya laporan lansia di Desa Gagakan, Kecamatan Sambong yang tinggal di rumah reyot. Bupati Blora Arief Rohman turun langsung ke lapangan menyerahkan beberapa bantuan.

Penanganan Masih Terbatas, 73 Ribu RTLH Grobogan Menanti

Penanganan Masih Terbatas, 73 Ribu RTLH Grobogan Menanti

MENGECEK: Petugas saat mengecek salah satu RTLH. GROBOGAN – Sebanyak 73.312 rumah tangga di Kabupaten Grobogan masih tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH). Mereka tercatat dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 berdas

Bupati Sam’ani Ajak Kudus Bangkit Bersama

Bupati Sam’ani Ajak Kudus Bangkit Bersama

Di tengah kondisi ekonomi yang masih membutuhkan perhatian khusus, Pemerintah Kabupaten Kudus menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 sebagai momentum membangkitkan ekonomi masyarakat sekaligus

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer