Jepara – Di balik kesejukan lereng Gunung Muria, terdapat sebuah jajanan sederhana namun menggugah selera yang kini makin digemari masyarakat luas. Namanya Pentol Ojek Muria, kuliner khas berbentuk bulatan daging kenyal yang disajikan dengan bumbu kacang pedas manis. Jajanan ini tidak hanya populer di kalangan anak sekolah dan pekerja, tetapi juga menjadi daya tarik kuliner bagi wisatawan yang singgah di kawasan Kudus, Jepara, hingga Pati.
Pentol ojek dikenal dengan penyajiannya yang unik. Sesuai namanya, para pedagangnya menggunakan sepeda motor atau ojek yang dimodifikasi sebagai gerobak jualan. Mereka berkeliling kampung dan sekolah dengan suara klakson khas yang kini menjadi nostalgia bagi sebagian besar warga Muria.
Cita rasa pentol ini berbeda dengan bakso biasa. Adonannya terbuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, menghasilkan tekstur kenyal namun tetap empuk saat digigit. Yang membuatnya lebih istimewa adalah bumbu kacangnya. Dengan perpaduan kacang goreng, cabai rawit, bawang putih, gula merah, dan sedikit air asam jawa, saus pentol ini menghadirkan rasa gurih, manis, dan pedas dalam satu gigitan.
"Yang bikin kangen itu bumbunya, pedasnya pas, terus kadang dikasih cabai rawit utuh juga. Apalagi kalau pas musim hujan, makan pentol itu rasanya nikmat banget," ujar Yani, warga Desa Tempur, Jepara, saat ditemui di sebuah gerobak pentol ojek.
Harganya yang terjangkau, biasanya antara Rp1.000–Rp2.000 per tusuk, membuat jajanan ini digemari semua kalangan. Beberapa penjual bahkan sudah menjajakan pentol dalam kemasan beku (frozen) agar bisa dikirim ke luar kota.
Kini, pentol ojek Muria tak lagi sekadar jajanan pinggir jalan. Banyak pelaku UMKM mulai mengemas produk ini secara profesional, lengkap dengan label dan izin edar, untuk dipasarkan melalui media sosial maupun marketplace.
Pemerintah daerah melalui dinas pariwisata dan UMKM pun mulai melirik potensi kuliner ini sebagai bagian dari promosi wisata lokal. Dengan kekhasan rasa dan cerita di baliknya, pentol ojek Muria berpeluang menjadi ikon kuliner tradisional dari kawasan Muria yang mendunia.
Editor : Zainal Abidin RK