Minuman ini banyak dijumpai di kedai kopi di Kudus. Salah satunya di kedai kopi Sidji Coffee yang berlokasi di Desa Getas Pejaten, Jati, Kudus. Kopsu menjadi salah satu menu andalan di kedai itu.
Nama menu signature ini Kopi Susu Djadul. Harganya dibanderol Rp 15 ribu. Namun, menu tersebut berbeda dengan kopsu lain.
Pemilik kedai kopi Sidji Coffee Valerie Yudistira Pramudya mengatakan, dia berani berekplorasi terhadap kondisi market yang banyak menjual kopsu gula aren. Di kedainya, racikan kopsu dipadukan dengan brown sugar. ”Kalau gula aren lebih ke manis gurih. Tetapi kalau kami (Sidji Coffee, Red) lebih ke arah gurihnya. Manisnya didorong dari tambahan gula biasa," jelasnya.
Sementara untuk komposisi pembuatan Kopsu Djadul ini, cukup sederhana. Racikannya berupa kopi jenis robusta Muria, susu, creamer, dan tambahan brown sugar.
Dia tidak menampik, melihat banyak di pasaran menjual kopsu gula aren. Namun, dirinya harus berani beda dari yang lain. ”Biarkan pasar yang menilai. Yang terpenting kami tidak meninggalkan cita rasa manis, gurih, dan cremy-nya," ungkapnya.
Kopsu Djadul tersebut, juga dikembang oleh Valerie. Minuman tersebut ditambah dengan potongan biskuit roti atau sering disebut kopsu regal.
Kopsu Djadul ini, menjadi favorit konsumen. Per hari, Sidji Coffee mampu menjual sekitar 150 gelas.
Di samping itu, dia terus berinovasi dengan menu kopinya. Rencananya akan menciptakan minuman dari kopi hitam yang di-mix dengan soda. Sebab, menjelang musim kemarau konsumen kebanyakan mencari minuman yang rasanya menyegarkan.
”Ketika nanti kopsu bosen, ada alternatif kopi hitam mix denga soda. Bisa juga ditambahkan rasa buah-buahan, seperti jeruk," ungkapnya. (gal/lin) Editor : Ali Mustofa