KUDUS - Kontes dan pameran bonsai kelas nasional di Kudus dengan mengusung tema The Greatness of Kudus Bonsai Observers menyita perhatian masyarakat.
Bonsai yang dipamerkan mulai dari ukuran kecil hingga ukuran besar.
Ada yang cuma ranting-ranting dengan lekukan yang cantik, adapula dengan daun kecil-kecil yang lebat. Bahkan, bunga bougenvil pun bisa terlihat indah di buat bonsai.
Melihat keunikan bonsai tak lepas juga dengan perawatan yang intensif. Selain itu, dibutuhkan kesabaran untuk jadi tanaman bonsai yang indah dan menawan.
Seperi Santigi milik Gunawan asal Rembang yang menjadi juara I kontes bonsai nasional di Balai Jagong Kudus.
Lekukan rantingnya sempurna dan usia bonsai tersebut sekitar 20 tahun.
Gunawan mengatakan, bonsai Santigi sang juara ini ia beli setahun lalu. Kemudian, ia rawat dan jaga kualitas daun yang tumbuh sehat dan hijau.
Ternyata rahasianya, Gunawan menyirami bonsainya itu dengan dua cara yakni menggunakan air biasa dan air laut.
Menurutnya, air laut bisa memberikan daun-daunnya itu sehat dan hijau.
"Sebenarnya perawatannya mudah, disiram sehari dua kali. Memang, untuk kebutuhan pupuknya itu khusus, dan harganya lumayan mahal. Sedangkan, siraman air laut itu sebulan sekali, manfaatnya daun biar segar" jelasnya.
Menurutnya, saat ini yang lagi trend itu Santigi. Karena, perawatannya juga mudah dan Gunawan memiliki 50 lebih koleksi bonsai.
"Pernah ditawar orang setahun lalu Rp 200 juta, tapi saya belum melepasnya," ungkapnya.
Kontes dan pameran bonsai di Kudus berlangsung hingga Selasa (28/10) 2025. Ada sekitar 555 bonsai yang mengikuti kontes tersebut.
Paling jauh dari Kalimantan dan yang jadi bonsai favorid pilihab Bupati Kudus Sam'ani jenis Santigi Karang dari Purwodadi dengab kategori Madya.
Menurut Bupati Kudus Sam'ani, acara kontes bonsai dan pameran ini salah satu upaya mencintai tanaman, yang artinya juga cinta lingkungan.
"Ini kontes nasional, bisa jadi ajang destinasi wisata, karena pesertanya berasal dari berbagai daerah bahkan luar Jawa. Saya juga suka dengan tanaman, halaman Pendapa Kudus penuh dengan tanaman, bonsainya besar," jelasnya.
Ia juga mengatakan membaca di medsos kontes ini ada bonsai seharga Rp 800 juta hampir satu milyar. Keindahan bonsai ini juga merupakan seni dan itu mahal harganya.
Ketua Panitia Kontes dan Pameran Bonsai Nasional Yohan Hadi Pras mengatakan, ini kali kedua setelah 13 tahun vakum.
"Kudus biar jadi ikon bonsai dan bisa naik kelas. Tertinggi yang ikut kontes ini kategori Madya, semoga kedepannya bisa lebih lagi," ungkapnya. (san)
Editor : Ali Mustofa