Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diskusi Lapangan, Patiayam Didorong Jadi Situs Nasional

A
TINJAUAN: Wakil Ketua MPR RI sekaligus anggota DPR RI Lestari Moerdijat, Arkeolog Prof Truman Simanjuntak, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, dan sejumlah tamu undangan meninjau lokasi ekskavasi tahap empat di Situs Ngasinan, Patiayam Desa Terban, Sabtu (15/8). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
TINJAUAN: Wakil Ketua MPR RI sekaligus anggota DPR RI Lestari Moerdijat, Arkeolog Prof Truman Simanjuntak, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, dan sejumlah tamu undangan meninjau lokasi ekskavasi tahap empat di Situs Ngasinan, Patiayam Desa Terban, Sabtu (15/8). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

Advertisement

JEKULO – Situs Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, kembali didorong naik kelas menjadi cagar budaya tingkat nasional.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Diskusi Lapangan bertema Pengembangan Situs Patiayam Berbasis Integrasi Ekoarkeologi yang digelar di Situs Ngasinan, Patiayam Desa Terban, Sabtu (15/8).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahap keempat ekskavasi di Situs Ngasinan.

Advertisement

Diskusi digelar melalui kolaborasi sejumlah pihak, di antaranya MPR RI, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yayasan Dharma Bhakti Lestari (YDBL), serta Center for Prehistory and Ancient Studies (CPAS).

Kegiatan turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI sekaligus anggota DPR RI Lestari Moerdijat, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, anggota DPRD Kudus dan DPRD Jawa Tengah, akademisi, dosen serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, Kepala Desa Terban, dan jajaran Pemkab Kudus.

Dalam diskusi lapangan, para peserta melihat langsung lokasi ekskavasi sekaligus potensi tinggalan prasejarah yang tersimpan di kawasan Patiayam.

Advertisement

Arkeolog Prof Truman Simanjuntak menjelaskan, proses penggalian di Situs Ngasinan masih terus membuka lapisan tanah yang menyimpan tinggalan masa lalu.

Kedalaman lapisan yang digali bahkan dapat mencapai sekitar satu hingga 1,5 meter.

Ia menerangkan, posisi temuan fosil juga berkaitan dengan kondisi permukaan tanah purba atau paleo-sol.

Karena itu, tulang-tulang yang ditemukan dapat terlihat berserakan mengikuti kemiringan oermukaan tanah pada masa ketika organisme tersebut mati.

Advertisement

Artikel Terkait

Museum Kartini Jepara Diperiksa Menyeluruh, Kaji Potensi Jadi Cagar Budaya Provinsi dan Nasional

Museum Kartini Jepara Diperiksa Menyeluruh, Kaji Potensi Jadi Cagar Budaya Provinsi dan Nasional

Bukan sekadar dilihat dengan mata, tetapi ‘ditelanjangi’ melalui serangkaian pemeriksaan teknis. Ihwal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik bangunan secara lebih mendetail, oleh Tim BPK Jateng.

Lestari Moerdijat: Revisi UU Sistem Perbukuan Harus Mampu Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Lestari Moerdijat: Revisi UU Sistem Perbukuan Harus Mampu Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan  bahwa revisi UU Sistem Perbukuan merupakan instrumen moral dan politik negara melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan

Lestari Moerdijat: Literasi Digital Fondasi Anak Merekspresikan Budaya, Bukan Sekadar Konsumen Konte

Lestari Moerdijat: Literasi Digital Fondasi Anak Merekspresikan Budaya, Bukan Sekadar Konsumen Konte

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya literasi digital bagi anak agar mampu menyaring informasi, memproduksi konten positif, serta menjaga budaya dan identitas bangsa di ruang digital.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer