Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Barcode MyPertamina Kini Jadi Kunci Akses Subsidi

A
PELAYANAN: Petugas SPBU melayani konsumen dengan menggunakan scan barcode MyPertamina, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
PELAYANAN: Petugas SPBU melayani konsumen dengan menggunakan scan barcode MyPertamina, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS — Penerapan barcode MyPertamina kini menjadi syarat utama bagi masyarakat untuk mendapatkan BBM bersubsidi di seluruh SPBU Pertamina.


Advertisement

Sistem digital ini memungkinkan proses verifikasi kendaraan berlangsung otomatis, sehingga penyaluran subsidi BBM dapat lebih tepat sasaran sesuai ketentuan pemerintah.

Barcode berbentuk QR Code tersebut terhubung langsung dengan database Pertamina yang memuat data kendaraan, identitas pemilik, hingga kuota subsidi yang berhak diterima.

Advertisement

Dengan demikian, setiap transaksi di SPBU tercatat secara transparan dan meminimalkan potensi penyalahgunaan.

Melansir penjelasan dari situs resmi MyPertamina, barcode berfungsi sebagai alat identifikasi digital bagi kendaraan yang telah terdaftar dalam program Subsidi Tepat.

Karena itu, mengetahui cara cek barcode MyPertamina menjadi hal penting bagi pengguna agar memastikan statusnya aktif dan siap digunakan saat pengisian BBM.

Advertisement

Bagi masyarakat yang telah mendaftar, pengecekan barcode dapat dilakukan langsung melalui aplikasi MyPertamina.

Aplikasi ini didesain agar pengguna dapat melihat keaktifan QR Code, memantau riwayat transaksi pembelian BBM, hingga memastikan kendaraannya memenuhi syarat untuk menerima BBM bersubsidi tanpa kendala saat berada di SPBU.

Sementara itu, aplikasi MyPertamina juga menyediakan berbagai layanan digital lain seperti transaksi non-tunai, pemantauan poin loyalti, dan akses program-program subsidi.

Untuk menikmati seluruh fitur tersebut, pengguna wajib melakukan registrasi terlebih dahulu melalui aplikasi resmi.

Salah satu operator SPBU mengatakan, sebelum mendaftar, masyarakat perlu menyiapkan nomor HP yang aktif, email valid, KTP, data kendaraan, serta rekening atau dompet digital yang akan digunakan saat transaksi.

Setelah aplikasi terpasang, pengguna cukup memilih menu “Daftar”, mengisi data pribadi, memverifikasi OTP, kemudian melengkapi data kendaraan seperti nomor polisi dan jenis kendaraan.

Setelah proses berhasil, barcode MyPertamina akan muncul pada aplikasi dan dapat digunakan di SPBU.

Keberadaan sistem ini diharapkan mampu mempercepat pelayanan, memastikan akurasi penerima subsidi, dan mendukung transparansi distribusi BBM bersubsidi di seluruh daerah. (dik)

Advertisement

Artikel Terkait

Harga BBM Naik Ugal-Ugalan, Ini Daftar Harga Terbaru di SPBU Jepara

Harga BBM Naik Ugal-Ugalan, Ini Daftar Harga Terbaru di SPBU Jepara

Harga BBM nonsubsidi kembali mengalami perubahan mulai 1 September 2026.

SPBU Jenderal Sudirman 44.593.22 Ditutup Sementara, Ini Sebabnya!

SPBU Jenderal Sudirman 44.593.22 Ditutup Sementara, Ini Sebabnya!

Aktivitas penjualan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina Jenderal Sudirman 44.593.22 Kudus tepatnya depan PR Nojorono, dihentikan sementara sejak Selasa (4/8) siang.

82% SPBU Pertamina Sudah Sediakan B50, Target 100% pada September 2026

82% SPBU Pertamina Sudah Sediakan B50, Target 100% pada September 2026

PT Pertamina Patra Niaga melaporkan bahwa 82% dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) miliknya di seluruh Indonesia telah mulai menawarkan bahan bakar biodiesel B50 sejak awal bulan Juli 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer