Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Strategi Puasa Sehat: Dari Urusan Olahraga hingga Rahasia Takjil Terbaik

Ghina Nailal Husna • Minggu, 8 Maret 2026 | 09:51 WIB

Strategi puasa sehat
Strategi puasa sehat

RADAR KUDUS – Memasuki bulan Ramadan, perubahan pola makan dan aktivitas fisik seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan.

dr. Tirta Mandira Hudhi melalui kanal YouTube-nya membagikan berbagai tips medis dan praktis untuk menjawab keraguan masyarakat terkait mitos serta fakta seputar kesehatan selama berpuasa.

1. Olahraga: Pilih Waktu Berdasarkan Target Anda

Banyak yang bingung memilih antara olahraga setelah sahur atau menjelang berbuka.

Menurut dr. Tirta, keduanya memiliki tujuan yang berbeda.

Setelah Sahur: Kondisi tubuh masih segar dengan cadangan energi yang maksimal.

Namun, risikonya adalah dehidrasi karena Anda tidak bisa minum setelah berolahraga.

Menjelang Berbuka: Energi berada di titik terendah, sehingga intensitas olahraga tidak bisa dipaksa.

Namun, ini adalah fase terbaik untuk pembakaran lemak (fat burning) karena tubuh akan mengambil cadangan lemak sebagai sumber energi.

Latihan Beban: Tetap efektif dilakukan saat puasa untuk menjaga massa otot (maintenance), meski bukan waktu yang ideal untuk fase bulking (pembesaran otot).

2. Rahasia Berbuka: Hindari Santan, Utamakan Buah Alam

dr. Tirta menekankan pentingnya cara membatalkan puasa agar tidak memicu gangguan lambung (dispepsia):

Netralisir Mulut: Mulailah dengan air putih untuk membersihkan mikroorganisme penyebab bau mulut.

Sumber Energi Cepat: Konsumsi 3 biji kurma atau buah-buahan seperti pisang, apel, dan semangka.

Kurma memiliki indeks glikemik rendah hingga sedang namun kaya serat dan elektrolit, sehingga sangat aman bagi tubuh.

Waspada Santan: Mengonsumsi makanan bersantan saat perut kosong meningkatkan risiko perut kembung dan sebah.

Sebaiknya makanan berat dikonsumsi setelah salat Magrib.

3. Jus Buah vs Minuman Isotonik

Mana yang lebih baik untuk menghidrasi tubuh? dr. Tirta menegaskan bahwa produk alam tidak terkalahkan.

Air Kelapa Murni: Cairan yang paling mirip dengan komposisi cairan tubuh manusia.

Semangka dan Apel: Sangat baik untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

Minuman isotonik pabrikan bisa menjadi alternatif jika Anda tidak sempat membeli buah, namun buah asli yang dijus tanpa disaring (agar seratnya tetap ada) adalah pilihan terbaik.

4. Tips Sahur Agar Tidak Cepat Lapar

Salah satu kesalahan umum adalah makan berlebihan saat sahur dengan harapan cadangan energi melimpah.

Kenyataannya, makan terlalu banyak karbohidrat justru memicu lonjakan insulin yang membuat Anda lebih cepat lapar di siang hari. 

Perbanyak asupan protein dan serat (seperti dada ayam, telur, alpukat). Protein memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat.

5. Kebiasaan Tidur yang Perlu Diperhatikan

Tidur Setelah Sahur: Sangat tidak disarankan karena mengganggu ritme sirkadian tubuh.

Saat subuh, insulin sedang tinggi; lebih baik digunakan untuk aktivitas ringan atau zikir.

Power Nap: Tidur siang selama maksimal 1 jam sangat membantu mengistirahatkan otak, namun jangan berlebihan agar tidak merusak pola tidur malam.

Dampak Kurang Tidur: Bukan sekadar membuat kulit tampak tua, namun menyebabkan kelelahan kronis (over exhausted) yang mengganggu produktivitas sepanjang hari.

Puasa Ramadan adalah momentum yang tepat untuk memperbaiki kondisi tubuh, termasuk melakukan cutting atau pembakaran lemak viseral.

Kuncinya bukan pada seberapa banyak Anda makan saat berbuka atau sahur, melainkan pada kualitas nutrisi dan pengaturan waktu aktivitas yang tepat. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#kesehatan #dr tirta #pola makan