Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Suasana Ponpes Milik Terduga Pelaku Kasus Kekerasan Seksual di Jepara Terpantau Sepi

Fikri Thoharudin • Rabu, 18 Februari 2026 | 17:37 WIB
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela.
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela.

JEPARA — Azan Zuhur memecah hujan deras yang mengguyur salah satu desa di Kecamatan Tahunan, Jepara. Pukul 12.00 tersebut, suasana perkampungan tampak sepi.

Begitupun dengan MTs maupun MA termasuk Pondok Pesantren yang diasuh oleh sosok pimpinan, AJ, yang diduga melakukan kekerasan seksual kepada santriwatinya sendiri.

Tak jauh dari kompleks lembaga pendidikan tersebut, di serambi masjid yang tengah dilakukan pembangunan tersebut tampak susunan struktural pengurus.

Termasuk sosok AJ yang yang menjadi salah satu penasehat.

Di samping itu, di antara jajaran kiai lainnya, AJ juga memiliki jadwal sebagai khotib sekaligus imam salat Jumat.

Termasuk juga sebagai pembicara, pengajian menjelang buka puasa pada Ramadhan 1447 H.

Sekalipun AJ sebagai pendatang di Jepara dari Demak, sosoknya disebut-sebut sebagai salah satu kiai yang terpandang di lingkungan setempat.

Saat Radar Kudus bertanya sosok AJ kepada warga, AJ merupakan salah satu kiai yang sudah berhaji. Kini mengasuh pondok pesantren yang juga punya program tahfiz.

Antara pondok dengan lembaga pendidikannya berada di dalam satu kawasan. Berhadapan. Cat bangunan berwarna coklat berpadu warna krem.

Berdasarkan pantauan Radar Kudus pada Rabu (18/2) siang, suasana tampak sepi. Tidak ada aktivitas. Namun sejumlah pakaian tampak dijemur di depan fasad bangunan yang berlantai tiga tersebut.

"Murid yang bersekolah di situ cukup banyak (ada seratusan, red), wong juga putra-putri (MTs-MA, red)," ucap warga yang ditemui Radar Kudus di sekitar lokasi.

Kendati demikian pihaknya tidak mengetahui lebih lanjut mengenai sosok AJ. "Bukan asli sini, dari Babalan, Wedung, Demak. Ke sini sudah lama, tahun 1990-an. Istri pertama sudah meninggal, saat ini masih punya istri tapi istri kedua," hematnya.

Warga menyebut, selama ini AJ dikenal sebagai sosok kiai yang telah menunaikan ibadah haji dan aktif mengajar kitab kuning maupun tahfiz Al-Qur’an. "Sehari-hari ya biasanya di rumah," katanya.

Tak hanya itu, ia juga tampak aktif di sejumlah unggahan YouTube. Baik menyampaikan tausiah, membaca kitab kuning, ataupun membahas masalah hukum dan sejenisnya.

Meski demikian, sejak laporan dugaan kekerasan seksual terhadap santriwatinya mencuat, kini masih diproses aparat penegak hukum.

Pihak kepolisian sebelumnya menyatakan laporan telah diterima dan tengah dilakukan proses penyelidikan. 

"Saat ini masih dalam proses penyelidikan, sudah memeriksa beberapa saksi. Baik dari pihak korban maupun terduga pelaku," ungkap Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela pada Rabu (18/2) sore.

Tak hanya itu, hasil visum pun telah dikantongi pihak kepolisian. Rencana tindak lanjut pihak kepolisian akan melakukan meminta keterangan kepada dokter yang mengeluarkan hasil Visum et Repertum (VeR).

"Apabila cukup alat bukti, rencana kami akan naikkan ke penyidikan," ucapnya.

Wildan menyebut, terduga pelaku sudah dimintai klarifikasi, namun menyangkal telah melakukan pencabulan terhadap santrinya.

"Sehingga kami melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami. Ini menjadi atensi khusus. Kami mengimbau masyarakat untuk bersabar, kami tidak gegabah untuk penyelidikan tentang kasus ini. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan. Melalui gelar perkara," pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #pencabulan #pimpinan ponpes #Santri