Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Meninjau Pentingnya Pengalihan Pendopo Kabupaten Jepara menjadi Museum Kartini

Fikri Thoharudin • Jumat, 17 Oktober 2025 | 14:20 WIB
ANTUSIAS: RA. Sania Putri Citani yang merupakan cicit Kartini dari RM. Samingoen Bawadiwan Boedi Setiyo Soesalit dengan Istri Sri Rahayu Wardaningsih, kunjungi pringgitan dan kamar pingit RA Kartini.
ANTUSIAS: RA. Sania Putri Citani yang merupakan cicit Kartini dari RM. Samingoen Bawadiwan Boedi Setiyo Soesalit dengan Istri Sri Rahayu Wardaningsih, kunjungi pringgitan dan kamar pingit RA Kartini.

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah memetakan kebutuhan dan konsep awal, mengenai rencana pengalihan Pendopo Kabupaten Jepara menjadi museum.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pelestarian cagar budaya sekaligus penguatan fungsi ruang publik bersejarah di pusat kota ini.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Jepara, Hanief Kurniawan, menjelaskan bahwa rencana ini masih dilakukan pembahasan pada tahap awal.

“Kami baru melakukan rapat pada Selasa (14/10) lalu, bersama Disparbud dan konsultan. Pembahasan masih seputar konsep dasar dan penentuan identitas,” terangnya Kamis (16/10).

Hanief menegaskan, rencana tersebut belum sampai pada bentuk atau jenis museum yang akan dibangun. 

Saat ini pihaknya masih fokus pada kajian pelestarian cagar budaya, mengingat Pendopo Kabupaten Jepara merupakan salah satu bangunan bersejarah yang terkait dengan R.A. Kartini. Sebagai bangunan cagar budaya.

“Kalau di bidang kami, Cipta Karya, tujuannya lebih kepada pelestarian. Pendopo itu termasuk bangunan cagar budaya, jadi kami harus mengkaji secara teknis dan historis apabila diubah menjadi museum, bagaimana agar fungsinya tetap lestari,” ujarnya.

Menurut Hanief, pihaknya juga tengah menggali informasi dan meminta masukan dari Sekda Jepara (Ary Bachtiar) serta pihak-pihak terkait untuk memperjelas arah konsep pengalihan pendopo menjadi museum.

“Ada beberapa opsi yang sedang kami bahas. Apakah museum di pendopo nanti menjadi museum khusus (seputar) Kartini, atau justru menjadi museum ukir dengan nama Museum Kartini. Bahkan bisa saja muncul dua lokasi museum — satu di alun-alun seperti sekarang, dan satunya lagi di area pendopo sebagai bagian dari pengembangan konsep Museum Kartini,” jelasnya.

Selain soal konsep, sebetulnya pembahasan tersebut juga amat terkait dengan rencana pembangunan rumah dinas yang baru bagi bupati.

Sebagaimana diketahui, selama ini bupati menempati area dalam (pringgitan) Pendopo Kabupaten Jepara sebagai rumah dinas, serta menerima tamu-tamu pemerintahan—kehormatan, baik dari kabupaten/kota lain, nasional maupun internasional.

Museum Kartini yang berada di kompleks Alun-alun Jepara I
Museum Kartini yang berada di kompleks Alun-alun Jepara I

Hanief menyebutkan, sementara ini opsi pembangunan rumah dinas baru bupati berada di area belakang pendopo atau areal lapangan tenis.

Namun menurutnya, hal tersebut perlu dikaji secara komprehensif. Mengingat apabila ke depan ada rencana perluasan museum. 

"Kalau nanti museum naik kelas menjadi tipe A, bisa jadi akan memanfaatkan area rumah dinas Sekda saat ini, karena rumah itu bukan bagian dari cagar budaya,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan prinsip dasar dalam setiap perencanaan pembangunan di kawasan pendopo, tidak meninggalkan penghormatan terhadap nilai sejarah dan keutuhan bangunan cagar budaya.

“Pendopo, pringgitan, hingga area kamar Ibu Ngasirah sebagai garwa ampil Raden Mas Ario Sosroningrat (Bupati Jepara 1881-1905) merupakan bagian dari situs bersejarah. Kami harus memastikan eksklusivitasnya tetap terjaga, sekaligus mempertahankan fungsi pendopo sebagai ruang pemerintahan dan tempat penerimaan tamu kehormatan. Termasuk sebagai ruang publik untuk edukasi. Ini kebanggaan Jepara,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, untuk saat ini belum ada penganggaran dalam tahun berjalan, mengingat prosesnya masih dalam tahap pematangan konsep.

“Pembangunan museum tidak bisa serta merta (langsung jadi, Red). Harus bertahap, melibatkan tim ahli, dan tentunya dilaporkan ke kementerian pusat,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Muhamad Adjib Ghufron, mengafirmasi bahwa rencana pengalihan Pendopo Kabupaten Jepara menjadi Museum Kartini memang tidak lepas dari nilai sejarah yang berkaitan dengan sosok R.A. Kartini.

Beberapa alasan kuat perlunya pengalihan dan penetapan tersebut antara lain, Pendopo Kabupaten Jepara ini merupakan kediaman R.A. Kartini dan keluarganya ketika ayahnya menjabat sebagai Bupati Jepara. 

Di sinilah Kartini menjalani masa pingitan, mengajar perempuan membaca dan menulis, serta melahirkan gagasan-gagasan awal tentang emansipasi wanita yang kemudian terkenal melalui surat-suratnya bersama para korespondensinya di mancanegara.

Secara ringkasnya, di sinilah sumber ide emansipasi, karena di pendopo inilah Kartini mengembangkan gagasan-gagasan progresifnya.

“Nilai sejarah penting, sebagai monumen hidup perjuangan perempuan Indonesia,” ucapnya.

Di samping itu, sekaligus juga sebagai objek pemajuan kebudayaan, dalam hal pelestarian warisan budaya, guna menjaga keutuhan bangunan dan sejarah perjuangan Kartini sebagai pahlawan nasional.

“Kompleks Pendopo Kabupaten itu sarat akan nilai-nilai Kartini. Ada kamar pingit yang menjadi bagian penting dari sejarahnya,” ungkap Adjib.

BERSEJARAH: Area depan Pendopo Kabupaten Jepara
BERSEJARAH: Area depan Pendopo Kabupaten Jepara

Ia juga mengingatkan agar arah konsep museum tidak bergeser dari esensi sejarah tersebut.

“Kalau museum itu nanti hanya difokuskan pada ukir, dikhawatirkan lama-lama nilai-nilai tentang Kartini bisa hilang. Memang Kartini menaruh perhatian pada pemajuan ukir, tapi beliau adalah tokoh besar yang melampaui zamannya. Tidak semua daerah memiliki figur seperti ini,” tegasnya.

Menurutnya, menjadikan pendopo sebagai museum ukir justru kurang relevan dengan konteks historis tempat itu.

“Dikhawatirkan akan timbul masalah jika dipaksakan menjadi museum ukir, karena secara historis dan nilai ruangnya tidak berkaitan langsung dengan pendopo. Akan lebih cocok jika rencana pembuatan museum ukir ditempatkan di Museum Kartini (dekat Alun-alun Jepara I, Red). Sementara Museum Kartini dialihkan ke Pendopo Kabupaten," tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #Pendopo Kabupaten #museum kartini #ra kartini #Museum Ukir #kamar pingit kartini