Pohon tersebut tingginya berkisar 25-30 meter, dengan diameter 10 meter. Sementara itu, pohon tersebut menghasilkan 3000 buah per musim.
Meski tumbuh dari pohon berusia ratusan tahun, buah tersebut tampak normal. Ukurannya juga masih seperti durian pada umumnya. Pohon-pohon tersebut berada di Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo.
Reza Tirtawinata dari Yayasan Durian Nusantara menjelaskan, perkiraan umur pohon yang ia temui berusia 200-300 tahun. Menurutnya, penemuan kali ini di Jepara tergolong unik karena pohon tersebut terletak tidak berjauhan dan masih dalam satu wilayah. Selain itu, lokasinya masih berada di dalam pemukiman warga.
“Biasanya ini satu pohon saja di satu wilayah. Tapi ini tiga pohon dengan usia sama kita temukan di satu tempat. Berarti sejarahnya panjang. Pasti dulu ada yang menginisiasi penanaman ini secara khusus, dan dihormati sehingga 200 tahun pun pohon ini tidak diganggu,” jelas Reza Tirtawinata yang mengaku telah berkeliling Indonesia untuk meneliti durian.
Pihaknya ikut membawa tiga buah dari masing-masing pohon. Buah tersebut dinamai dengan Purba 1, Purba 2, dan Purba 3. Selanjutnya, buah tersebut akan diteliti di laboratorium setelah melalui kajian kualitas buah. Hasilnya akan diilmiahkan.
Kata Reza, buah purba ini termasuk ikon. Tak hanya di Jawa namun Indonesia. “Karena biasanya pohon-pohon seperti ini di hutan dan keberadaannya tidak diketahui. Tapi ini di pemukiman. Saya yakin kalau ini terbesar di Indonesia, saya yakin Malaysia, Vietnam dan Thailand tidak punya pohon sebesar ini. Ini sifatnya khusus. Kalau di Asia Tenggara tidak ada yang seperti ini berarti bisa terbesar di dunia,” imbuhnya.
Ia menambahkan, Jepara memiliki varietas durian yang beragam. Selain durian petruk yang telah menjadi khas, kini muncul durian yang usia pohonnya berusia ratusan tahun.
“Tadi saya sudah berpesan kepada pemilik, bila ada kesulitan merawat pohon bisa menghubungi kami Yayasan Durian Nusantara. Nanti mungkin kami berikan juga penangkal petir untuk pohon karena biasanya pohon besar itu kan kendalanya (terkena petir),” jelasnya.
Sunarti, salah satu pemilik pohon purba tersebut mengatakan pohon tersebut merupakan peninggalan dari leluhurnya.
“Kami ada tanah, ini ada pohonnya ya kami rawat saja. Warisan juga dari mbah, kemungkinan memang umurnya 200 tahun lebih. Saat berbuah ya kami juga panen. Tapi ukuran buahnya ya biasa,” jelasnya.
Isnul, komunitas pemerhati durian “Durian Traveller” Jepara menjelaskan, pihaknya ikut mendata penemuan tersebut. Kedepannya akan dikenalkan kepada masyarakat Indonesia akan varietas durian unik yang ada di Jepara.
“Kalau orang luar tahunya Jepara kan durian petruk saja. Padahal ada durian mentega, durian si kunyit, dan durian nenek yang sudah diakui oleh komunitas durian,” jelasnya. (nib/lid) Editor : Kholid Hazmi