Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usai Evaluasi, Pendakian Muria Kembali Dibuka

F
Penulis: Fikri Thoharudin❯
MASIH MISTERI: Candi Angin disebut oleh Arkeolog dari BPK Jawa Tengah Bagus sebagai salah satu situs pemujaan, alih-alih candi. Tempat ini memerlukan penelitian lebih lanjut.(FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
MASIH MISTERI: Candi Angin disebut oleh Arkeolog dari BPK Jawa Tengah Bagus sebagai salah satu situs pemujaan, alih-alih candi. Tempat ini memerlukan penelitian lebih lanjut. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

Advertisement

JEPARA — Aktivitas pendakian di kawasan Gunung Muria kembali dibuka, mulai Jumat (6/11). 

Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi bersama sejumlah pihak, menyusul penutupan jalur pendakian yang sebelumnya sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Basecamp Pendakian Puncak 29, Ikhsan, mengatakan pembukaan kembali dilakukan setelah pengelola basecamp mengikuti diskusi dan evaluasi secara daring melalui Zoom. 

Advertisement

Pertemuan tersebut melibatkan Perhutani, pemerintah provinsi, serta para pengelola basecamp pendakian.

Meski aktivitas pendakian sudah kembali diperbolehkan, pengelola tetap menerapkan sejumlah pembatasan dan pengetatan. 

Terlebih, kawasan Muria baru mulai memasuki musim hujan, tetapi intensitas hujan sejauh ini belum cukup tinggi. Hujan baru turun setidaknya tiga kali dengan durasi yang relatif singkat.

Advertisement

"Mulai Jumat ini sudah dibuka kembali. Namun, dari pihak basecamp tetap melakukan pengetatan untuk mengantisipasi karhutla," ujarnya, Jumat (6/11).

Salah satu perhatian utama ialah barang bawaan pendaki. 

Pengelola akan melakukan pemeriksaan terhadap logistik dan perlengkapan yang dibawa sebelum pendaki memulai trekking. 

Barang-barang yang berpotensi memicu kebakaran, seperti korek api dan perlengkapan sejenis, menjadi perhatian khusus.

Advertisement

Artikel Terkait

Niat Lihat Sunrise Berujung Petaka, Pendaki Muda Terjatuh ke Jurang 40 Meter di Argopiloso Kudus, Begini Kondisinya

Niat Lihat Sunrise Berujung Petaka, Pendaki Muda Terjatuh ke Jurang 40 Meter di Argopiloso Kudus, Begini Kondisinya

Seorang pendaki muda bernama Jonathan (20), warga Desa Bakalankrapyak, mengalami insiden saat mendaki ke kawasan Puncak Argopiloso, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Kamis (14/5).

Cegah Karhutla, Basecamp Pendakian Puncak 29 dan Candi Angin Ditutup Sementara

Cegah Karhutla, Basecamp Pendakian Puncak 29 dan Candi Angin Ditutup Sementara

Penutupan sementara tetap diberlakukan sebagai langkah pencegahan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan. Terkait durasi penutupan, Lulut menyebut belum ada batas waktu pasti. 

Hujan Semalaman Picu Lima Titik Longsor di Keling, Tebing Rumah hingga Jalur Tempur Terdampak

Hujan Semalaman Picu Lima Titik Longsor di Keling, Tebing Rumah hingga Jalur Tempur Terdampak

Sejumlah tebing di sekitar permukiman warga, hingga akses jalan penghubung menuju Tempur mengalami longsor dengan kategori ringan hingga sedang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer