
JEPARA — Aktivitas pendakian di kawasan Gunung Muria kembali dibuka, mulai Jumat (6/11).
Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi bersama sejumlah pihak, menyusul penutupan jalur pendakian yang sebelumnya sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketua Basecamp Pendakian Puncak 29, Ikhsan, mengatakan pembukaan kembali dilakukan setelah pengelola basecamp mengikuti diskusi dan evaluasi secara daring melalui Zoom.
Pertemuan tersebut melibatkan Perhutani, pemerintah provinsi, serta para pengelola basecamp pendakian.
Meski aktivitas pendakian sudah kembali diperbolehkan, pengelola tetap menerapkan sejumlah pembatasan dan pengetatan.
Terlebih, kawasan Muria baru mulai memasuki musim hujan, tetapi intensitas hujan sejauh ini belum cukup tinggi. Hujan baru turun setidaknya tiga kali dengan durasi yang relatif singkat.
"Mulai Jumat ini sudah dibuka kembali. Namun, dari pihak basecamp tetap melakukan pengetatan untuk mengantisipasi karhutla," ujarnya, Jumat (6/11).
Salah satu perhatian utama ialah barang bawaan pendaki.
Pengelola akan melakukan pemeriksaan terhadap logistik dan perlengkapan yang dibawa sebelum pendaki memulai trekking.
Barang-barang yang berpotensi memicu kebakaran, seperti korek api dan perlengkapan sejenis, menjadi perhatian khusus.



