Santri Ponpes di Mayong Diduga Dikeroyok, Kemenag Jepara Turunkan Tim

JEPARA — Dugaan pengeroyokan terhadap seorang santri di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Mayong, menjadi perhatian Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jepara.
Seorang santri dilaporkan mengalami luka di bagian kepala, setelah diduga menjadi korban kekerasan yang melibatkan sesama santri.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan tabayun atau mengklarifikasi informasi yang beredar.
Langkah tersebut dilakukan guna mengumpulkan keterangan dan memastikan duduk perkara sebelum mengambil sikap lebih lanjut.
"Hari ini sudah kami tugaskan tim untuk tabayun. Mengumpulkan informasi. Jadi, saya belum bisa berkomentar banyak," ujarnya, Rabu (28/10).
Akhsan menegaskan, pihaknya perlu memastikan kebenaran informasi tersebut melalui penelusuran langsung.
Menurutnya, keterangan dari berbagai pihak diperlukan, agar persoalan dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di masyarakat.
Meski demikian, ia menyatakan keprihatinannya apabila dugaan kekerasan tersebut benar terjadi.
Kemenag, sambungnya, selama ini telah mengampanyekan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan damai bagi seluruh pihak.
"Kalau memang ini benar terjadi, tentu kami sangat menyayangkan dan prihatin. Kita sudah mengampanyekan dan mengimbau agar pendidikan dikelola dengan aman, nyaman, dan damai bagi seluruh pihak," tegasnya.



