Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akses Desa Tempur Masih Ditutup, BPBD dan Pemdes Kerahkan Dua Ekskavator Pecah Material Longsor

F
Penulis: Fikri Thoharudin❯

BERTAHAP: Operator alat berat tengah berupaya memecahkan batu di badan jalan yang menuju Desa Tempur pada Jumat (13/2).
BERTAHAP: Operator alat berat tengah berupaya memecahkan batu di badan jalan yang menuju Desa Tempur pada Jumat (13/2).


Advertisement

JEPARA — Proses penanganan material longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, terus dilakukan. 

Sebelumnya pada Selasa (10/3) malam, badan jalan menuju Desa Tempur, sejurus dengan Desa Damarwulan, terjadi longsor.

Tidak hanya tanah dan lumpur, namun batuan besar juga menutup ruas jalan tersebut.

Advertisement

Pada Jumat (13/3), batuan berukuran besar tersebut dipecahkan menggunakan alat berat. Dengan harapan dapat segera rampung. 

Sekretaris Desa Tempur, Mahfudz Ali, mengatakan upaya pembukaan akses jalan dilakukan menggunakan dua alat berat. Berupa ekskavator PC 200 dan PC 75.

Ekskavator berkapasitas 20 ton tersebut dipasangi bucket teeth breaker. Dilakukan untuk memecah batuan besar berukuran sekitar 4x6 meter.

Advertisement

“Hari ini menggunakan breaker satu unit PC 200 dan satu ekskavator ukuran 7,5 ton. Jalan diupayakan bisa segera dibuka,” ujarnya pada Jumat (13/3).

Ia menjelaskan, pengerjaan dilakukan secara bertahap. Menyisir batuan besar yang berada di sisi barat jalur terdampak longsor. 

Batuan tersebut menjadi salah satu penghalang utama akses jalan, yang dilalui kendaraan.

Menurutnya, proses pemecahan batuan berukuran besar membutuhkan waktu. Tidak bisa satu dua hari rampung.

Jika pengerjaan berjalan lancar, diperkirakan penanganan material batu tersebut dapat diselesaikan sekitar satu pekan ke depan.

“Kalau pembersihan total hingga lebaran belum tentu bisa selesai. Karena batunya besar-besaran. Ya tapi masih diusahakan,” sebutnya.

Selain pemecahan batu, pembersihan material longsor juga dilakukan secara menyeluruh. Agar jalur tersebut kembali bisa dilalui warga. 

Hingga kini kondisi cuaca di wilayah pegunungan Muria itu masih fluktuatif.

Di sisi lain, perbaikan infrastruktur pendukung juga terus dikerjakan. Mahfudz menyebut pembangunan talut penguat jalan di lokasi yang dikenal warga sebagai titik Mbah Sujak kini hampir rampung.

Titik tersebut menjadi lokasi yang paling terdampak, pada bencana longsor yang terjadi pada bulan sebelumnya.

“Untuk pekerjaan di Mbah Sujak, talut penguat jalan sudah hampir 100 persen selesai,” katanya.

Sementara itu, di wilayah Kaliombo, proses pemasangan bronjong untuk penguatan tanggul sungai juga masih terus berlangsung. 

Upaya ini dilakukan untuk menahan arus sungai, sekaligus mengantisipasi dampak limpasan air yang berpotensi menggerus badan jalan dapat diminimalisir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Desa Tempur bersama tim penanganan bencana berharap, seluruh pekerjaan tersebut dapat mempercepat pemulihan akses. Meningkatkan keamanan infrastruktur di wilayah Desa Tempur.

“Selama proses pengerjaan clearing material longsor, jalan ditutup. Dialihkan lewat jalur Kaliombo atau Medani Timur,” pungkasnya.(fik)

Advertisement

Artikel Terkait

Dinilai Langgar Aturan Jarak, Warung Madura di Lebuawu Ditutup Sementara

Dinilai Langgar Aturan Jarak, Warung Madura di Lebuawu Ditutup Sementara

Toko sembako 7 Saudara tersebut dinilai melanggar kesepakatan jarak yang diberlakukan Paguyuban Silaturahmi Warung Madura Nur Zat Sejati. Penertiban dilakukan dengan mendatangi langsung lokasi toko, pada Kamis (5/11). 

Perwakilan Diplomatik Forum 2026, Soemadi Ungkap Potensi Kerja Sama Negara Sahabat dengan Jepara

Perwakilan Diplomatik Forum 2026, Soemadi Ungkap Potensi Kerja Sama Negara Sahabat dengan Jepara

Pernyataan tersebut disampaikan usai penandatanganan Minutes of Meeting (MoM) dalam rangkaian acara Diplomatic Forum, pada Kamis (5/11).

Habis di-PHK, Buruh Asal Jepara Nekat Gondol Motor PCX di Langon

Habis di-PHK, Buruh Asal Jepara Nekat Gondol Motor PCX di Langon

Korban sendiri, baru menyadari motornya hilang saat hendak pulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Tahunan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer