Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ancaman Longsor Mengintai, Sungai Gelis Keling Diperkuat Bronjong

M
Penulis: M. Khoirul Anwar❯

 

SATSET: Para operator alat berat tengah mengupayakan normalisasi Kali Gelis di daerah Kaliombo sejurus dengam Desa Tempur Kecamatan Keling.
SATSET: Para operator alat berat tengah mengupayakan normalisasi Kali Gelis di daerah Kaliombo sejurus dengam Desa Tempur Kecamatan Keling.

JEPARA — Penanganan Sungai Gelis di kawasan Kaliombo, Desa Tempur, Kecamatan Keling, terus dikebut untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Jepara bersama pemerintah desa melakukan pembronjongan batu di sepanjang bantaran sungai.


Advertisement

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat tebing sekaligus menjaga alur sungai agar tidak berubah saat debit air meningkat, terutama pada musim hujan yang rawan banjir dan longsor.

Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya antisipasi terhadap potensi gerusan sungai yang dapat mengancam akses jalan warga.

“Pada tahap awal, pembronjongan dilakukan sepanjang 55 meter. Saat ini pondasi sudah selesai, tinggal penyelesaian bagian atas bronjong,” ujarnya.

Advertisement

Ia menjelaskan, penataan bantaran sungai menjadi penting karena kawasan Kaliombo berada di jalur vital aktivitas masyarakat.

Sebelumnya, pada Jumat (9/1), gerusan air sempat merusak badan jalan hingga sepanjang 80 meter.

“Dengan pembronjongan, tebing sungai lebih kuat dan tidak mudah tergerus. Harapannya, akses warga tetap aman dan terjaga,” tambahnya.

Advertisement

Sementara itu, Carik Desa Tempur, Mahfudz Aly, menuturkan bahwa penanganan tidak hanya berupa pemasangan bronjong, tetapi juga pendalaman dan pelebaran sungai di sejumlah titik rawan.

“Selain bronjong, dilakukan juga pendalaman dan pelebaran agar aliran air lebih lancar dan mengurangi risiko luapan,” katanya, Jumat (13/2).

Ia menambahkan, jika pekerjaan dilakukan secara konsisten setiap hari, progres penanganan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.

Dari sisi teknis, pengerjaan didukung alat berat. Di wilayah Duplak, dikerahkan dua unit ekskavator berkapasitas 7,5 ton untuk land clearing. Sementara di Kaliombo, empat unit ekskavator PC200 digunakan untuk pengerukan, penataan bronjong, dan normalisasi alur sungai.

Dengan penguatan bantaran melalui bronjong batu, alur Sungai Gelis diharapkan tetap stabil. Upaya ini juga ditujukan untuk meminimalkan risiko kerusakan infrastruktur, permukiman, serta lahan pertanian warga.

“Saat ini fokus penanganan pascabencana masih di Kaliombo, termasuk pembukaan jalur alternatif Sumanding–Duplak,” pungkasnya. (fik/war) 

Advertisement

Artikel Terkait

Dinilai Langgar Aturan Jarak, Warung Madura di Lebuawu Ditutup Sementara

Dinilai Langgar Aturan Jarak, Warung Madura di Lebuawu Ditutup Sementara

Toko sembako 7 Saudara tersebut dinilai melanggar kesepakatan jarak yang diberlakukan Paguyuban Silaturahmi Warung Madura Nur Zat Sejati. Penertiban dilakukan dengan mendatangi langsung lokasi toko, pada Kamis (5/11). 

Perwakilan Diplomatik Forum 2026, Soemadi Ungkap Potensi Kerja Sama Negara Sahabat dengan Jepara

Perwakilan Diplomatik Forum 2026, Soemadi Ungkap Potensi Kerja Sama Negara Sahabat dengan Jepara

Pernyataan tersebut disampaikan usai penandatanganan Minutes of Meeting (MoM) dalam rangkaian acara Diplomatic Forum, pada Kamis (5/11).

Habis di-PHK, Buruh Asal Jepara Nekat Gondol Motor PCX di Langon

Habis di-PHK, Buruh Asal Jepara Nekat Gondol Motor PCX di Langon

Korban sendiri, baru menyadari motornya hilang saat hendak pulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Tahunan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer