Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Deras Kembali Picu Longsor di Empat Titik Desa Tempur

F
Penulis: Fikri Thoharudin❯
SATSET: Proses pembersihan material longsor di Jalan Damarwulan-Tempur pada Kamis (5/2) pagi.
SATSET: Proses pembersihan material longsor di Jalan Damarwulan-Tempur pada Kamis (5/2) pagi.

JEPARA — Potensi bencana longsor masih mengintai Desa Tempur, Kecamatan Keling. 


Advertisement

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam hingga Kamis (5/2), kembali memicu longsor di sedikitnya empat titik. Baik di ruas jalan maupun area permukiman warga.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini membuat warga tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.

Mengingat curah hujan masih terbilang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Advertisement

Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto, menyampaikan berdasarkan laporan sementara yang masuk, menunjukkan terdapat empat titik longsor.

Warga beserta relawan telah melakukan pembersihan material. Agar kondisi jalur dapat segera pulih.

Empat titik tersebut meliputi, Jalan utama Kajang Kaliombo menuju Desa Tempur. Tepatnya di tanjakan sekitar sawah mbah Leki, yang tertutup material longsor secara total.

Advertisement

Lalu Jalan Desa Tempur di Dukuh Kemiren, yang tertutup material longsor sebagian.

Kemudian rumah milik warga Dukuh Petung RT 5/RW 3 Adi Khilmawan. Longsor menimpa bagian dapur. Ambrol dan tertutup material lumpur.

Serta jalan utama menuju Dukuh Duplak, yang juga terdampak longsoran.

Pihaknya menyampaikan, warga bersama relawan setempat langsung melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor.

Kerja bakti dilakukan secara saksama di area jalan yang tertutup, agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

BERLUMPUR: Warga tengah bergotong-royong membantu proses pembersihan longsor di Dukuh Petung Desa Tempur.
BERLUMPUR: Warga tengah bergotong-royong membantu proses pembersihan longsor di Dukuh Petung Desa Tempur.

 

Sementara itu, BPBD Jepara turut melakukan penanganan dengan menerjunkan alat semprot bertekanan tinggi untuk membersihkan material longsor, khususnya di badan jalan agar dapat segera dilalui kendaraan. 

Pembersihan juga dilakukan di dalam rumah warga yang terdampak di Dukuh Petung.

“Pada pukul 09.00 WIB, jalur utama Kajang–Kaliombo atau Desa Damarwulan–Tempur sudah berhasil dibuka,” ungkapnya.

Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa proses pembersihan masih terus berlangsung di jalur Kemiren dan akses jalan di Dukuh Duplak. 

Pihaknya mengimbau agar warga tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor.

Serta segera melapor jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar permukiman maupun akses jalan desa.

Lulut menyebutkan, hingga saat ini penanganan kebencanaan khususnya di Desa Tempur terus berjalan. Utamanya usai longsor besar yang terjadi pada Jumat (9/1) lalu.

"Sampai saat ini masih fokus, dengan upaya-upaya pemulihan," tandasnya.(fik)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Talang Bocor Pasar Kliwon Kudus Mulai Diperbaiki, Pedagang Tetap Berjualan

Talang Bocor Pasar Kliwon Kudus Mulai Diperbaiki, Pedagang Tetap Berjualan

Pemerintah Kabupaten Kudus mulai memperbaiki talang air yang bocor di Pasar Kliwon, khususnya di Blok A2.

Habis di-PHK, Buruh Asal Jepara Nekat Gondol Motor PCX di Langon

Habis di-PHK, Buruh Asal Jepara Nekat Gondol Motor PCX di Langon

Korban sendiri, baru menyadari motornya hilang saat hendak pulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Tahunan.

Pemprov Jateng Beton Jalan Jepara-Keling 3,3 Kilometer, Jawab Keluhan Warga Soal Jalan Rusak

Pemprov Jateng Beton Jalan Jepara-Keling 3,3 Kilometer, Jawab Keluhan Warga Soal Jalan Rusak

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot peningkatan infrastruktur jalan, untuk memberikan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer