Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Formasi Komplit, Mas Wiwit Lantik Kepala BKPSDM dan Disdukcapil Jepara

F
Penulis: Fikri Thoharudin❯
TUNTAS: Bupati Jepara Witiarso Utomo melantik Ferry Yudha sebagai Kepala Disdukcapil serta R. Eko sebagai Kepala BKPSDM Jepara pada Kamis (5/2) pagi.
TUNTAS: Bupati Jepara Witiarso Utomo melantik Ferry Yudha sebagai Kepala Disdukcapil serta R. Eko sebagai Kepala BKPSDM Jepara pada Kamis (5/2) pagi.

JEPARA — Pengisian formasi jabatan struktural eselon II akhirnya tuntas.


Advertisement

Hal ini ditandai dengan pelantikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), pada Kamis (5/2), di Gedung Shima Setda Jepara, pukul 08.30 WIB.

Dua pejabat tersebut ialah R. Eko Sulistiyono sebagai Kepala BKPSDM.

Kemudian Ferry Yudha Adhi Dharma Rahardjo sebagai Kepala Disdukcapil Kabupaten Jepara. 

Advertisement

Bupati Jepara Witiarso Utomo sebelumnya melantik sejumlah Pejabat Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Senin (15/11/2025) pagi. 

Dengan pelantikan pada Kamis (5/2) ini, seluruh jabatan eselon II di lingkungan Pemkab Jepara resmi terisi oleh pejabat definitif.

Mas Wiwit sapaan akrab Bupati Jepara, menyebutkan, tahun 2026 menjadi momentum penting. Tahun baru, harapan baru.

Advertisement

Karena roda pemerintahan kini dapat berjalan lebih optimal dibanding tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, tahun 2026 ini sudah komplit. Seluruh eselon sudah terisi pejabat definitif. Dari tahun lalu ke tahun ini, Insyaallah roda pemerintahan Kabupaten Jepara akan berjalan lebih baik,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa target besar Pemkab Jepara ke depan, mengenai penguatan sektor kepegawaian dan pemberdayaan sumber daya manusia. 

Hal tersebut menjadi bagian dari visi jangka menengah daerah hingga 2027.

Mas Wiwit juga menekankan pentingnya pembangunan sistem manajemen ASN berbasis merit (merit system). 

“Itu menjadi tujuan kami, utamanya pada pemberdayaan manusia. Ada peningkatan sistem berbasis meritokrasi,” jelasnya.

Ia menargetkan pada 2028, tata kelola kepegawaian Pemkab Jepara sudah sepenuhnya berbasis meritokrasi.

“Mereka (pejabat definitif, red) nanti menyusun roadmaps-nya seperti apa. Targetnya maksimal 2028 sudah full meritokrasi,” tegasnya.

Terkait keterlambatan pengisian jabatan Kepala Disdukcapil, Mas Wiwit menjelaskan hal itu disebabkan menunggu turunnya rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

Rekomendasi, disebutkan, baru turun dua hari sebelum pelantikan.

“Kenapa terlambat, karena Disdukcapil harus melalui Kemendagri. Rekomendasinya baru turun dua hari lalu, dan yang direkomendasikan adalah Pak Ferry,” ucapnya.

Ia menambahkan, Disdukcapil memiliki tantangan besar ke depan. Terutama dalam penguatan layanan administrasi kependudukan dan pengembangan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

“Yang dilakukan Disdukcapil ke depan salah satunya penguatan IKD. Ini menjadi tantangan tersendiri, bagaimana pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) bisa terus meningkat dan semakin mudah diakses masyarakat,” katanya.

Mas Wiwit juga menyampaikan bahwa jabatan yang diemban para pejabat bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah pelayanan publik.

“Apa yang menjadi amanah ini harus benar-benar menjadi pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Bahkan, ia mengungkapkan bahwa proses administrasi hingga pelantikan memerlukan kerja panjang dan intens.

Sebelumnya, dalam seleksi terbuka jabatan Kepala BKPSDM, tiga peserta terbaik adalah Anwar Sadat, R. Eko Sulistiyono, dan Yenny Diah Sulistiyani. 

Sementara tiga besar seleksi jabatan Kepala Disdukcapil yakni Ferry Yudha Adhi Dharma Rahardjo, R. Eko Sulistiyono, dan Wahyanto.

Pihaknya berharap setelah pelantikan ini, percepatan program pembangunan daerah dapat berjalan lebih maksimal.

"Ini menjadi amanah, untuk melayani masyarakat," tandasnya.(fik)

Advertisement
Editor : Ali Mustofa

Artikel Terkait

Habis di-PHK, Buruh Asal Jepara Nekat Gondol Motor PCX di Langon

Habis di-PHK, Buruh Asal Jepara Nekat Gondol Motor PCX di Langon

Korban sendiri, baru menyadari motornya hilang saat hendak pulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Tahunan.

Pemprov Jateng Beton Jalan Jepara-Keling 3,3 Kilometer, Jawab Keluhan Warga Soal Jalan Rusak

Pemprov Jateng Beton Jalan Jepara-Keling 3,3 Kilometer, Jawab Keluhan Warga Soal Jalan Rusak

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot peningkatan infrastruktur jalan, untuk memberikan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat.

Diplomat Asing Belajar Mengukir di SMPN 6 Jepara, Sekolah Ini Punya Sejarah Sejak 1956

Diplomat Asing Belajar Mengukir di SMPN 6 Jepara, Sekolah Ini Punya Sejarah Sejak 1956

Diplomat asing mencoba mengukir dan membatik di SMPN 6 Jepara. Sekolah ini memiliki sejarah sebagai Sekolah Teknik Ukir sejak 1956.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer