Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akibat Baratan, Aktivitas Pelayaran Jepara Rentan Tersendat

M
Penulis: M. Khoirul Anwar❯

ILUSTRASI
ILUSTRASI


JEPARA — Sejumlah kapal tampak berhenti bergerak di perairan sekitar Pulau Panjang, Rabu (21/1).


Advertisement

Bukan karena antre sandar, melainkan memilih berlindung dari angin baratan yang kembali menguat.

Di daratan, dampaknya langsung terasa: penyeberangan ke Karimunjawa terhenti, dan arus logistik laut ikut melambat.

Gangguan pelayaran terjadi seiring belum meredanya musim angin baratan di perairan Jepara. Pada hari itu,

Advertisement

KMP Siginjai dan kapal cepat Express Bahari dipastikan tidak beroperasi hingga Kamis (22/1).

Selain itu, sedikitnya tiga kapal lintas pulau memutuskan mencari perlindungan di sekitar Pulau Panjang demi keselamatan awak dan muatan.

Kepala Stasiun Radio Pantai (SROP) Jepara, Edi Pitono, menyebut kapal yang berlindung tersebut antara lain TB Buana Centuri, TB Indo Pacific 02 dengan rute Banjarmasin–Semarang, serta KM Asia Raya yang berlayar dari Semarang menuju Merauke. Total terdapat 35 awak kapal (ABK) dari ketiga armada tersebut.

Advertisement

Menurut Edi, TB Buana Centuri sejatinya hendak mengevakuasi tongkang yang kandas di sekitar Wedung, namun cuaca memaksa kapal menghentikan pergerakan.

Sementara KM Asia Raya sudah berada di depan dermaga, dan TB Indo Pacific memilih mengarah ke perairan Pulau Panjang untuk berlindung.

“Hari ini terbilang ramai, ada tiga kapal yang meminta perlindungan,” ujarnya.

Kondisi ini bukan kejadian tunggal. Edi menjelaskan, angin baratan yang terjadi saat ini merupakan fase keempat.

Jika pada fase sebelumnya gelombang masih relatif aman, baratan kali ini lebih terasa dengan kecepatan angin rata-rata mencapai 20,3 knot atau sekitar 37,59 kilometer per jam.

Dalam situasi seperti ini, kapal bisa berlindung berhari-hari, bahkan hingga satu minggu, menunggu cuaca membaik.

Pulau Panjang kembali memainkan peran penting sebagai titik aman pelayaran.

Letaknya yang mampu menahan hempasan angin dan gelombang dari arah barat menjadikannya lokasi favorit kapal untuk berlindung.

Namun ketergantungan ini sekaligus menunjukkan kerentanan sistem pelayaran Jepara yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca musiman.

Selama angin baratan belum benar-benar mereda, aktivitas pelayaran Jepara.

Mulai penyeberangan penumpang, distribusi logistik, hingga operasi kapal niaga, akan terus berada dalam posisi menunggu. (fik/war)

Advertisement

Artikel Terkait

Perwakilan Diplomatik Forum 2026, Soemadi Ungkap Potensi Kerja Sama Negara Sahabat dengan Jepara

Perwakilan Diplomatik Forum 2026, Soemadi Ungkap Potensi Kerja Sama Negara Sahabat dengan Jepara

Pernyataan tersebut disampaikan usai penandatanganan Minutes of Meeting (MoM) dalam rangkaian acara Diplomatic Forum, pada Kamis (5/11).

Habis di-PHK, Buruh Asal Jepara Nekat Gondol Motor PCX di Langon

Habis di-PHK, Buruh Asal Jepara Nekat Gondol Motor PCX di Langon

Korban sendiri, baru menyadari motornya hilang saat hendak pulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Tahunan.

Pemprov Jateng Beton Jalan Jepara-Keling 3,3 Kilometer, Jawab Keluhan Warga Soal Jalan Rusak

Pemprov Jateng Beton Jalan Jepara-Keling 3,3 Kilometer, Jawab Keluhan Warga Soal Jalan Rusak

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot peningkatan infrastruktur jalan, untuk memberikan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer