Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendangkalan Sungai Membuat Banjir Mudah Datang ke Hilir Jepara, Begini Solusinya

M
Penulis: M. Khoirul Anwar❯
LANGGANAN: Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar (tengah) bersama Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor I., memantau banjir di wilayah Kedung.
LANGGANAN: Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar (tengah) bersama Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor I., memantau banjir di wilayah Kedung.

JEPARA - Banjir yang merendam Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Jepara, kembali menegaskan satu persoalan utama di wilayah hilir: sungai yang dangkal membuat air mudah meluap saat hujan deras datang.


Advertisement

Genangan sempat mencapai 70 sentimeter dan mengganggu aktivitas warga selama beberapa hari.

Hujan berintensitas tinggi yang turun hampir sepekan membuat Sungai Jratun Kaligawe tak mampu menampung debit air.

Akibatnya, 240 rumah dengan sekitar 950 jiwa terdampak banjir.

Advertisement

Kondisi ini berulang setiap kali curah hujan tinggi, terutama di wilayah muara seperti Kedung dan Tahunan.

Saat meninjau lokasi pada Senin (19/1/2026), Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar mendapati pendangkalan sungai menjadi faktor dominan.

Alur sungai dinilai tidak lagi optimal mengalirkan air, karena sudah puluhan tahun belum dilakukan normalisasi.

Advertisement

“Harapan masyarakat untuk dilakukan normalisasi. Karena 25 tahun terakhir baru dinormalisasi dan itu yang menjadi PR kita nanti,” ujar Hajar di bantaran sungai.

Sebagai langkah awal, Pemkab Jepara akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menindaklanjuti normalisasi Sungai Jratun Kaligawe.

Di saat yang sama, penanganan darurat dilakukan dengan mengerahkan BPBD untuk menyedot air menggunakan pompa agar genangan cepat surut.

Dampak pendangkalan sungai juga terlihat di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan.

Sekitar 20 hektare lahan persawahan terendam banjir, menyebabkan aktivitas pertanian warga terganggu meski kondisi air kini mulai berangsur surut.

Selama alur sungai belum dibenahi, wilayah hilir Jepara akan tetap berada dalam siklus risiko yang sama.

Normalisasi sungai menjadi kunci agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.

Advertisement

Artikel Terkait

Dinilai Langgar Aturan Jarak, Warung Madura di Lebuawu Ditutup Sementara

Dinilai Langgar Aturan Jarak, Warung Madura di Lebuawu Ditutup Sementara

Toko sembako 7 Saudara tersebut dinilai melanggar kesepakatan jarak yang diberlakukan Paguyuban Silaturahmi Warung Madura Nur Zat Sejati. Penertiban dilakukan dengan mendatangi langsung lokasi toko, pada Kamis (5/11). 

Perwakilan Diplomatik Forum 2026, Soemadi Ungkap Potensi Kerja Sama Negara Sahabat dengan Jepara

Perwakilan Diplomatik Forum 2026, Soemadi Ungkap Potensi Kerja Sama Negara Sahabat dengan Jepara

Pernyataan tersebut disampaikan usai penandatanganan Minutes of Meeting (MoM) dalam rangkaian acara Diplomatic Forum, pada Kamis (5/11).

Habis di-PHK, Buruh Asal Jepara Nekat Gondol Motor PCX di Langon

Habis di-PHK, Buruh Asal Jepara Nekat Gondol Motor PCX di Langon

Korban sendiri, baru menyadari motornya hilang saat hendak pulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Tahunan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer