Speling Hadirkan Dokter Spesialis hingga Pelosok Pati, Lebih dari 2.000 Warga Terlayani

PATI – Mendapatkan layanan dokter spesialis kini semakin mudah bagi masyarakat pedesaan di Kabupaten Pati. Melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling), dokter dari berbagai bidang keahlian diterjunkan langsung ke desa-desa untuk memberikan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan secara gratis.
Program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang digagas di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi tersebut menjadi salah satu strategi memperluas pemerataan pelayanan kesehatan. Terutama bagi masyarakat di wilayah pelosok yang selama ini terkendala jarak, biaya, maupun keterbatasan akses untuk mendapatkan pemeriksaan dokter spesialis.
Dampaknya mulai dirasakan masyarakat. Sejak pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Pati, program ini telah dimanfaatkan lebih dari 2.000 warga. Pelayanan dilakukan dengan melibatkan dokter spesialis, tenaga kesehatan puskesmas, serta dukungan sejumlah rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Luky Pratugas Narimo mengatakan, selama ini tidak semua masyarakat memiliki kemudahan untuk mengakses layanan dokter spesialis. Faktor geografis dan jarak menuju rumah sakit menjadi kendala tersendiri, khususnya bagi warga desa.
Karena itu, Speling menjadi salah satu solusi dengan membawa pelayanan kesehatan spesialistik lebih dekat ke lingkungan masyarakat.
"Ada 57 lokus dari 406 desa di Kabupaten Pati yang telah ditetapkan oleh provinsi sebagai lokasi kegiatan Speling," jelas Luky.
Di Kabupaten Pati, program tersebut mulai dilaksanakan pada 27 Mei 2025. Menariknya, pelayanan ini berjalan tanpa dukungan pos anggaran khusus. Pelaksanaannya mengandalkan kolaborasi dan semangat gotong royong berbagai pihak.
Sebanyak 11 rumah sakit turut berpartisipasi. Dua di antaranya merupakan rumah sakit milik pemerintah daerah, sedangkan sembilan lainnya berasal dari rumah sakit swasta. Selain itu, pemerintah desa dan puskesmas juga memberikan dukungan sesuai kapasitas masing-masing.
"Program ini tidak ada anggarannya khusus. Jadi ini kontribusi bersama dari pemerintah desa, rumah sakit, dan puskesmas. Rumah sakit yang ikut serta ada 11, dua di antaranya rumah sakit daerah dan sisanya rumah sakit swasta," ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, warga dapat menikmati pemeriksaan kesehatan, konsultasi dokter spesialis, hingga memperoleh obat-obatan tanpa dipungut biaya. Persyaratan kepesertaan BPJS Kesehatan juga tidak diberlakukan untuk mendapatkan pelayanan dalam kegiatan tersebut.



