Speling Jangkau 19 Kecamatan di Grobogan, Ribuan Warga Terdeteksi Berisiko Penyakit

GROBOGAN – Akses layanan dokter spesialis semakin dekat dengan masyarakat Kabupaten Grobogan. Melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling), pelayanan kesehatan kini telah menjangkau seluruh 19 kecamatan dengan sasaran puluhan desa.
Program yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tersebut tidak hanya memberikan pemeriksaan kesehatan secara langsung. Kegiatan ini juga menjadi sarana deteksi dini berbagai penyakit, mulai dari hipertensi, diabetes, tuberkulosis (TB), hingga gangguan kesehatan jiwa.
Gubernur menyatakan bahwa Speling dirancang sebagai langkah strategis membangun sistem deteksi dini penyakit, mulai dari level desa hingga tingkat provinsi. Pemeriksaan ini mencakup penanganan penyakit kronis, skrining TBC, stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga kesehatan jiwa.
Kabid Pelayanan Kesehatan dan Penunjang Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan Edy Widodo menjelaskan, pelaksanaan Speling di wilayahnya dibagi dalam dua tahap.
Tahap pertama berlangsung sejak 2025 hingga Agustus 2026 dengan cakupan 72 desa. Selanjutnya, pada September hingga Desember 2026, program tersebut diperluas ke 21 desa tambahan.
"Dari tambahan 21 desa, saat ini sudah dilaksanakan di 17 desa. Masih ada empat desa yang menunggu jadwal dari rumah sakit. Kami berharap seluruh pelaksanaan bisa selesai pada Desember mendatang," ungkapnya.
Empat desa yang masih menunggu pelayanan tersebut yakni Penadaran dan Mlilir di Kecamatan Gubug, serta Tunjungrejo dan Gedangan di Kecamatan Wirosari.
Khusus Desa Penadaran, pelayanan dijadwalkan pada 12 November sekaligus untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN). Sementara pelayanan di Desa Mlilir direncanakan berlangsung awal Desember. Adapun dua desa lainnya menunggu penyesuaian jadwal dokter spesialis dari rumah sakit pelaksana.
**RIBUAN WARGA TERDETEKSI**
Pelaksanaan Speling di 72 desa pada tahap pertama menghasilkan sejumlah temuan dari berbagai pemeriksaan kesehatan masyarakat.



