Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Reza Pahlavi Justru Puji Trump dan Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 1 Maret 2026 | 11:21 WIB

Media Resmi Iran konfirmasi Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei
Media Resmi Iran konfirmasi Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei

RADAR KUDUS - Ketegangan Iran–Amerika Serikat memasuki babak baru setelah tokoh oposisi Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, secara terbuka memuji Presiden AS Donald Trump atas operasi militer yang disebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X pada Minggu (1/3/2026), putra mendiang Shah Iran itu menyebut operasi militer bertajuk “Epic Fury” sebagai titik balik sejarah bagi rakyat Iran. 

menilai langkah Washington dan Tel Aviv sebagai jawaban atas “seruan lama rakyat Iran” yang menginginkan dukungan dunia bebas untuk mengakhiri kekuasaan Republik Islam.


Sebut Rezim Telah Berakhir

Reza Pahlavi menegaskan bahwa wafatnya Khamenei secara de facto menandai runtuhnya fondasi Republik Islam yang telah berdiri sejak Revolusi 1979.

Menurutnya, setiap upaya elite Teheran untuk menunjuk pengganti Khamenei akan gagal karena hilangnya legitimasi moral dan politik rezim.

Dalam pesannya, ia menyebut Khamenei sebagai “diktator haus darah” dan menuduhnya bertanggung jawab atas kematian ribuan warga Iran selama puluhan tahun pemerintahan teokratis.

Pahlavi juga mengutip pernyataan Trump yang menyebut “saat kebebasan kalian telah tiba”, sebagai sinyal bahwa momentum perubahan telah datang.


Ultimatum untuk Militer dan Aparat Keamanan

Tak hanya menyasar publik sipil, Reza Pahlavi juga menyampaikan pesan langsung kepada militer, kepolisian, dan aparat keamanan Iran. Ia meminta mereka berhenti membela rezim yang disebutnya sedang runtuh.

Pahlavi bahkan menawarkan “jalan keluar terhormat” bagi aparat yang bersedia berpihak pada rakyat demi memastikan transisi kekuasaan yang stabil dan menghindari kekacauan berkepanjangan.

“Ini kesempatan terakhir untuk bergabung dengan bangsa dan membangun masa depan Iran yang bebas dan makmur,” tegasnya.


Seruan Aksi Massa

Meski menyambut kabar kematian Khamenei sebagai “awal kemenangan”, Pahlavi mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai. 

menginstruksikan para pendukungnya di dalam dan luar negeri untuk tetap siaga dan bersiap menggelar aksi besar-besaran di jalanan.

Seruan tersebut muncul di tengah laporan meningkatnya penjagaan keamanan di berbagai kota besar Iran.

Sejumlah pengamat menilai seruan mobilisasi massa dapat mempercepat dinamika politik domestik, terutama jika terjadi perpecahan di tubuh elite keamanan.


Reaksi Global dan Risiko Eskalasi

Sementara itu, situasi regional terus memanas. IRGC sebelumnya menyatakan akan meluncurkan operasi balasan besar terhadap Israel dan kepentingan AS di kawasan.

Beberapa laporan menyebutkan adanya peningkatan serangan rudal dan drone lintas wilayah dalam 24 jam terakhir.

Sejumlah negara, termasuk anggota Dewan Keamanan PBB, menyerukan de-eskalasi dan kembali ke jalur diplomasi.

Namun hingga kini, belum ada indikasi kuat bahwa ketegangan akan segera mereda.


Momentum Perubahan atau Awal Konflik Lebih Besar?

Pernyataan Reza Pahlavi menambah dimensi politik baru dalam konflik yang sebelumnya didominasi konfrontasi militer.

Jika dukungan domestik terhadap oposisi benar-benar menguat, Iran bisa menghadapi fase transisi yang penuh ketidakpastian.

Namun di sisi lain, mobilisasi internal di tengah ancaman eksternal juga berpotensi memicu respons keras dari struktur kekuasaan yang masih tersisa.

Dunia kini menanti: apakah ini benar-benar awal perubahan besar di Iran, atau justru awal dari gejolak yang lebih dalam dan berkepanjangan di Timur Tengah?

Editor : Mahendra Aditya
#serangan Iran Dubai #Profil Ali Khamenei #IRGC kecam Israel #Pernyataan Kemlu RI konflik Iran #Iran tutup selat hormuz #Ali Khamenei syahid #Serangan AS Israel ke Iran #irgc #pendidikan ali khamenei #anak ali khamenei #oposisi iran #Iran serang pangkalan AS Bahrain #donald trump #Serangan Israel ke Iran #jenderal iran tewas #iran #Ali Khamenei meninggal #perang as israel iran #orangtua ali khamenei #Trump Mengenai Serangan AS ke Iran #Serangan hari pertama israel as ke iran #siapa ali khamenei #anak Ali Khamenei meninggal #ayah ali khamenei #Iran AS Israel #kepemimpinan tertinggi iran #IRGC Iran serang Israel #Ayatollah Ali Khamenei #Ayatollah Khamenei #Iran serang Israel #Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei #ibu ali khamenei #Profil Ayatollah Ali Khamenei #Ayatollah Ali Khamenei tewas #Reza Pahlavi #israel operasi di iran #rudal balasan iran #korban serangan israel di Iran #fatwa Syiah Iran Ayatollah Naser Makarem Shirazi #Perang Isral AS Iran #maskapai Eropa hentikan rute Iran #iran vs israel #ali khamenei adalah #Iran balas israel as #as bombardir iran #Ayatollah Seyyed Ali Khamenei #istri ali khamenei #anak Ali Khamenei tewas #Iran diserang Amerika Israel #Sayyid Ali Khamenei #Korban perang di iran