Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Karhutla: BMKG Peringatkan Musim Kemarau Panjang

A
Penulis: Anita Fitriani❯
Ilustrasi kekeringan (Foto: Istock)
Ilustrasi kekeringan (Foto: Istock)

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

RADAR KUDUS — BMKG mengingatkan adanya kombinasi antara musim kering yang lebih panjang dan kemungkinan munculnya El Nino pada tahun 2026 dapat meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah Indonesia, oleh karena itu, waspada dan langkah-langkah mitigasi sejak awal sangat penting untuk mengurangi pengaruh kebakaran dan kekeringan yang mungkin meluas.

BMKG menjelaskan bahwa tanda-tanda penguatan kondisi ENSO menuju El Niño, meskipun diperkirakan pada level rendah hingga menengah, dapat mempengaruhi penurunan jumlah curah hujan dan memperpanjang masa kering di Indonesia, yang dapat membuat vegetasi dan lahan lebih rentan terbakar saat musim kemarau mencapai puncaknya.

Advertisement

Berdasarkan BMKG, peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan tidak merata, awal dari potensi kebakaran diprediksi akan muncul di daerah tertentu seperti Riau pada bulan Juni, sebelum menyebar ke Jambi dan Sumatera Selatan, dan akhirnya meluas ke beberapa bagian Kalimantan pada bulan Juli hingga Agustus, sehingga pemetaan kawasan rawan sangat penting untuk penempatan sumber daya mitigasi.

Untuk menghadapi ancaman ini, BMKG mendorong kolaborasi antar lembaga dan pemantauan cuaca yang lebih intensif, termasuk memperkuat peringatan awal dan menggunakan surveilans meteorologis untuk memberikan informasi real-time kepada pihak berwenang dan masyarakat di daerah rawan.

BMKG juga menekankan perlunya tindakan pencegahan non-teknis seperti larangan membuka lahan dengan cara membakar, meningkatkan patroli di titik-titik rawan, dan melakukan kampanye edukasi mengenai kewaspadaan kebakaran di masyarakat lokal untuk mencegah terjadinya titik api yang dapat meluas saat kondisi sangat kering.

Selain langkah-langkah pencegahan, BMKG menyebutkan bahwa sejumlah upaya teknis mitigasi telah disiapkan, termasuk koordinasi untuk operasi modifikasi cuaca di daerah tertentu jika memungkinkan berdasarkan kondisi dan prosedur yang berlaku, serta menyediakan informasi terintegrasi bagi pengambil keputusan dalam penanggulangan kebakaran.

Advertisement

Artikel Terkait

Musim Hujan Mundur Akibat El Nino Menguat, BMKG: Waspada Karhutla dan Krisis Air

Musim Hujan Mundur Akibat El Nino Menguat, BMKG: Waspada Karhutla dan Krisis Air

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan periode 2026–2027 di Indonesia mengalami kemunduran dari pola normalnya.

Awal Musim Hujan 2026–2027 Diprediksi Mundur, BMKG Beberkan Penyebabnya

Awal Musim Hujan 2026–2027 Diprediksi Mundur, BMKG Beberkan Penyebabnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan periode 2026–2027 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat atau mundur dibandingkan rata-rata klimatologisnya.

Kemarau Lebih Kering dan Panjang, BMKG: El Nino Diprediksi Bertahan hingga Kuartal I 2027

Kemarau Lebih Kering dan Panjang, BMKG: El Nino Diprediksi Bertahan hingga Kuartal I 2027

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino akan berlangsung hingga awal kuartal pertama 2027, dengan kemungkinan mencapai puncak intensitas yang tergolong kuat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer