Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral Fenomena Alam di Iran, Laut Tampak Merah Pekat, Kok Bisa?

Iwan Arfianto • Senin, 22 Desember 2025 | 17:56 WIB
Instagram @hormoz_omid
Instagram @hormoz_omid

RADAR KUDUS – Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh beredarnya video yang menampilkan air laut di Iran berubah warna menjadi merah pekat, menyerupai darah.

Fenomena tak biasa ini memicu beragam spekulasi, termasuk anggapan sebagai pertanda akhir zaman.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Pulau Hormuz, Iran selatan, tepatnya di kawasan yang dikenal sebagai Pantai Merah.

Hujan deras yang turun secara tiba-tiba menyebabkan aliran tanah dan sedimen berwarna merah masuk ke perairan pesisir, sehingga menciptakan ilusi seolah-olah laut berubah menjadi merah darah.

Sejumlah warganet mengaitkan kejadian ini dengan nubuat keagamaan, khususnya gambaran dalam Kitab Wahyu tentang perubahan air menjadi darah sebagai simbol bencana besar.

Namun para ahli menegaskan bahwa fenomena tersebut bukanlah kejadian supranatural.

Secara ilmiah, Pulau Hormuz memang memiliki kondisi geologi yang unik.

Wilayah ini kaya akan oksida besi, mineral yang memberi warna merah mencolok pada pasir, tanah, dan tebing di sekitarnya.

Ketika hujan lebat mengguyur, material tersebut terbawa aliran air menuju laut dan bercampur dengan perairan dangkal di sepanjang pantai.

Fenomena ini juga pernah menjadi sorotan NASA Earth Observatory, yang menjelaskan bahwa Pulau Hormuz merupakan bagian dari kubah garam (salt dome).

Struktur ini terbentuk dari tekanan lapisan bawah bumi yang mendorong garam batu, gipsum, dan mineral evaporit lainnya ke permukaan.

Dalam kondisi tekanan tinggi, garam batu bersifat lebih plastis dan dapat mengalir menyerupai cairan, membentuk lanskap unik dengan warna kontras, termasuk merah terang yang kerap terlihat setelah hujan.

Selain menjadi daya tarik alam, tanah merah Pulau Hormuz yang dikenal dengan sebutan gelak juga memiliki nilai ekonomi.

Material tersebut dimanfaatkan sebagai pigmen alami, bahan kosmetik tradisional, hingga campuran kuliner lokal, serta diekspor dalam jumlah terbatas.

Pulau Hormuz sendiri terletak di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman.

Daerah ini relatif kering dan jarang diguyur hujan, sehingga fenomena aliran tanah merah ke laut biasanya hanya terjadi saat hujan intensitas tinggi.

Di sisi lain, hujan lebat yang sama juga memicu banjir di sejumlah wilayah Provinsi Hormozgan, menyebabkan penutupan sementara beberapa akses jalan.

Meski demikian, di wilayah Iran lainnya, hujan justru disambut positif setelah negara tersebut mengalami kekeringan berkepanjangan.

Iran sebelumnya dilaporkan mengalami defisit curah hujan hingga hampir 90% di bawah rata-rata tahunan.

Kondisi ini sempat mendorong Presiden Masoud Pezeshkian memperingatkan potensi krisis air serius jika curah hujan tak segera membaik.

Editor : Mahendra Aditya
#fenomena sains #iran #fenomena alam #pulau hormuz