GROBOGAN – Peringatan Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan merupakan wujud syukur atas beridirnya Kabupaten Grobogan dan momen melajutkan pembangunan daerah ke depan.
Bupati Grobogan Setyo Hadi mengajak mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Grobogan untuk dapat mencapai hidup yang lebih baik dan belanjutan sebagaimana tujuan SDGs (Sustainable Development Goals).
Yaitu kehidupan yang Tanpa kemiskinan, Tanpa kelaparan, Kehidupan sehat dan sejahtera, Pendidikan berkualitas, Kesetaraan gender, Air bersih dan sanitasi layak, Energi bersih dan terjangkau, Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, Industri, inovasi, dan infrastruktur dan berkurangnya kesenjangan.
”Banyak karya dan pencapaian telah diraih atas kepemimpinan semakin baik.Opini BPK WTP Kabupaten Groogan mendapatkan 10 kali berturut-turut, naiknya Survey Kepuasan Masyarakat dan Indeks Reformasi Birokrasi, sebagai bukti tatakelola pemerintahan juga semakin baik,” kata Setyo Hadi
Capaian Opini WTP kesepuluh secara berturut-turut menandakan Pemkab Grobogan konsisten dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
Pihaknya juga memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran Pemkab Grobogan.
”Opini WTP ini adalah hasil dari kerja keras dan konsistensi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam membangun tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Ini adalah capaian yang membanggakan dan harus kita syukuri bersama,” ujarnya. .
Selain itu, angka Kemiskinan di Kabupaten Grobogan juga mengalami penurunan. Data angka kemiskinan Tahun 2024 capai 11,43% dan pada Tahun 2025 turun jadi 10,3 %.
Kemudian Kabupaten Grobogan juga dikenal dengan tingginya produksi tanaman pangan, utamanya padi jagung kedelai.
Sehingga menempatkan Grobogan sebagai lumbung pangan provinsi bahkan nasional.
”Di sisi lain, tentunya masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita tangani. Masih tingginya angka kemiskinan, Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB), Stunting, Anak Tidak Sekolah (ATS), pernikahan dini dan kekerasan pada anak, menjadi perhatian serius kita semua,” ujarnya.
Masih belum tuntasnya pembangunan infrastruktur, permasalahan bencana banjir dan kekeringan, sampah, maupun penguatan nilai-nilai budaya, juga perlu mendapatkan perhatian.
Berdasarkan capaian dan berbagai permasalahan, serta isu strategis yang ada, pihaknya bertekad untuk terus melanjutkan pembangunan yang sudah ada, memperbaiki dan menangani yang belum terselesaikan.
”Semangat yang kami usung adalah “Mbangun Desa Nata Kutha”, untuk mewujudkan Visi : Grobogan Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.” Terang dia.
Selama satu tahun pemerintahan Bupati Grobogan Setyo Hadi – Sugeng Prasetyo telah berhasil mendapatkan penghargaan tingkat daerah sampai nasional Tahun 2025.
Diantaranya Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) mencatat prestasi gemilang dengan meraih Bhumandala Award Kanaka (Emas) tingkat nasional sebagai bagian tim penyusun Indeks Inovasi Daerah kategori Kabupaten Sangat Inovatif. Indeks inovasi Grobogan menembus angka 74,76.
Bapperida juga mengantarkan Grobogan menjadi Juara I Investment Challenge tingkat provinsi sebagai tim penyusun proposal potensi investasi.
Di bidang pengelolaan keuangan, Grobogan meraih Terbaik Kedua Kabupaten kategori Kemampuan Keuangan Daerah Rendah tingkat provinsi dengan indeks 75,6454.
BKPSDM memperoleh Penghargaan Indeks Kualitas Data Terbaik II di wilayah kerja Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional I Yogyakarta tahun 2025.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menorehkan prestasi nasional melalui inovasi Sistem Informasi Grobogan Aman Bencana (SIGANA).
Inovasi ini meraih Juara I Bhumandala Award 2025 yang diselenggarakan Badan Informasi Geospasial.
Kemudian menerima piagam penghargaan sebagai Pusdalops dengan pelaporan terbaik ke-V tingkat provinsi dari BPBD Provinsi Jawa Tengah.
Dinas Kesehatan (Dinkes) meraih STBM Award kategori Madya tingkat nasional.
Capaian ini didukung verifikasi 100 persen kepala keluarga stop buang air besar sembarangan (SBS) serta minimal 75 persen penerapan pilar 2–5 berdasarkan pelaporan E-Monev STBM.
Tak berhenti di situ, Grobogan juga menerima Penghargaan Swasti Saba Padapa Kabupaten/Kota Sehat tingkat nasional, dengan penilaian sembilan tatanan yang melibatkan lintas sektor hingga tingkat desa.
Dinas Pendidikan (Disdik) mencatat sederet prestasi siswa di ajang provinsi dan nasional.
Juara IV O2SN tingkat nasional cabang karate jenjang SMP, diraih Maurel Alifia Setyananta dari SMPN 1 Purwodadi.
Juara II O2SN tingkat Provinsi Jawa Tengah cabang karate SMP dan Berbagai juara dalam Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat provinsi, lomba MAPSI, hingga O2SN cabang senam lantai jenjang SD.
Dinas Perhubungan (Dishub) menerima Sertifikat Penghargaan Implementasi Rekomendasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang 2025 tingkat nasional dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) meraih Juara II Penilaian Kinerja Petugas Inseminator tingkat provinsi.
Dan menerima Anugerah Pertanian Jawa Tengah 2025 kategori Kabupaten dengan Pengelolaan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Terbaik tingkat provinsi.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengantarkan enam sekolah meraih Sekolah Adiwiyata Nasional 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Yakni, SMAN 1 Kradenan, MTsN 2 Grobogan, SMPN 2 Pulokulon, SMAN 1 Pulokulon, SMPN 2 Toroh dan SMPN 3 Purwodadi
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AKB) meraih Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Madya tingkat nasional dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dan memperoleh Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kategori Madya tingkat nasional sebagai pengakuan atas komitmen kesetaraan gender dan perlindungan hak perempuan.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) masuk 10 besar nasional peluang investasi daerah 2025 untuk proyek pengolahan sampah menjadi RDF yang diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Dan Juara I Investment Challenge tingkat provinsi yang digelar Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah bersama Pemprov Jateng dengan tema inovasi pengolahan limbah pertanian menjadi biomassa (LBG).. (mun)
Editor : Ali Mustofa